Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bawaslu minta hitung ulang suara di TPS se- Surabaya, Bambang Haryo: Berarti benar ada kecurangan
Caleg DPR RI dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono. FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Bawaslu minta hitung ulang suara di TPS se- Surabaya, Bambang Haryo: Berarti benar ada kecurangan 

LENSAINDONESIA.COM: Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono angkat bicara soal rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya yang merekomendasikan penghitungan ulang suara Pemilu 2019 di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya.

Rekomendasi penghitungan suara ulang ini dilakukan terkait adanya dugaan kecurangan yang menguntungkan PDIP sehingga memicu protes enam partai politik (parpol) PKB, Gerindra, Golkar, PKS, PAN dan Hanura.

Bambang Haryo pun menuding telah terjadi upaya kecurangan yang dilakukan pihak-pihak terkait di Pemilu 2019 sangat masif.

“Itu yang protes ada dua kubu, satunya dari parpol koalisi 01 dan parpol 02. Mereka protes tentang hasil rekapitulasi C1 yang ada di Surabaya. Berarti ini benar, ada suatu kecurangan saat proses rekapitulasi. Protes ini harus cepat ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan KPU,” katanya pada LICOM di Surabaya, Senin (22/04/2019).

Caleg DPR RI dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Gerindra ini juga menyayangkan adanya upaya kecurangan yang dinilai dilakukan sangat sistematis, terstruktur dan masif l dalam pesta demokrasi setiap lima tahun sekali ini.

“Kalau (kecurangan) tidak masif, tentu kubu 01 atau dalam hal ini parpol koalisinya nggak akan melakukan suatu protes. Pasti ada yang diuntungkan dan merugikan yang lain,” tegas anggota Komisi V DPR RI ini.

Karenanya, penyelenggara Pemilu yaitu Bawaslu dan KPU Kota Surabaya harus segera mengambil keputusan agar bisa meredam kegaduhan di masyarakat. “Kalau sudah begini, maka harus cepat ditindaklanjuti agar tidak ada gejolak,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, enam parpol yakni PKB, Gerindra, Golkar, PKS, PAN dan Hanura meminta dilakukan penghitungan suara ulang suara Pemilu 2019.

Enam parpol itu menduga terjadi kecurangan atau pelanggaran Pemilu 2019 berupa penggelembungan perolehan suara sah oleh partai peserta pemilu tertentu, pengurangan perolehan suara sah oleh partai peserta pemilu tertentu, kesalahan dalam penjumlahan atau rekapitulasi suara sah, jumlah suara keseluruhan melebihi jumlah Daftar Pemiih Tetap (DPT) dan perbedaan data hasil penghitungan suara antara C1 Plano dan salinan Form C1.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Surabaya: "Masih ada penyesuaian nominal iuran JKN-KIS dari pemerintah!"

Menindak lanjuti laporan enam parpol tersebut, Bawaslu) Kota Surabaya merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta jajarannya melakukan penghitungan ulang suara Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kota Surabaya Hadi Margo mengatakan, rekomendasi ini menyusul permintaan agar KPU Kota Surabaya melakukan penghitungan ulang suara terhadap 8.146 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya.

Menurut Hadi, hasil perhitungan suara ulang akan segera disampaikan kepada saksi peserta Pemilu 2019 yang menyerahkan mandat dan PPK.

“Penghitungan suara ulang untuk TPS se-Kota Surabaya dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya dilakukan di PPK,” katanya seperti dilaporkan Antara, Minggu (21/04/2019) malam.

Hadi juga menegaskan, rekomendasi perhitungan suara ulang se-Kota Surabaya itu murni dari pengawasan pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“Jadi tidak benar kalau itu ada kaitannya dengan laporan dari lima partai politik soal penggelembungan suara ke Bawaslu kemarin (20/4). Ini murni pengawasan kami saat pemungutan, perhitungan suara di TPS serta rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK,” kata Hadi.@sarifa

CAPTION: 
Caleg DPR RI dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono. FOTO: sarifa-LICOM