Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Angkatan Udara Sri Lanka menemukan sebuah bom pipa di Bandara Internasional Kolombo. Bom tersebut diduga memiliki kaitan dengan ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di yang menewaskan sekitar 227 orang pada Minggu (21/04/2019) kemarin.

Pasca penemuan bom pipa, saat ini Bandara Internasional Kolombo di Sri Lanka terpaksa ditutup sementara. Angkatan Udara Sri Lanka menyimpulkan bom pipa itu sebagai Alat Peledak Improvisasi (IED).

“Bom pipa ini merupakan bom rakitan, dengan bahan peledak dimasukkan ke dalam pipa,” kata juru bicara AU Sri Lanka Kapten Gihan Seneviratne, dikutip dari NDTV, Senin (22/04/2019).

Ia menambahkan, bom yang mempunyai panjang enam kaki atau sekitar 1,8 meter tersebut sudah diledakkan menggunakan alat khusus oleh tim gegana.

Meski pihak kepolisian Sri Lanka telah menangkap 8 orang yang diduga terlibat pengeboman, namun hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan saat umat Kristen merayakan Paskah tersebut.@LI-13

 

CAPTION: Suasana di dalam gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, setelah ledakan bom 12 April 2019. FOTO: HAMILA KARUNARATHNE/GETTY IMAGES