Advertisement

LENSAINDONSIA.COM: Aparat keamanan Sri Lanka menangkap 5 orang terkait pengeboman di gereja dan hotel di Sri Lanka yang menewaskan 227 orang pada Minggu (21/04/2019) kemarin. Sebelumnya, 8 orang telah ditangkap atas tuduhan yang sama.

Sumber kepolisian mengatakan, lima orang ini ditangkap di dua lokasi berbeda di sekitar ibu kota Kolombo. Lima orang ini mengaku mengenal delapan orang yang ditahan sebelumnya.

“Kami juga mengamankan sebuah van dan termasuk sopirnya yang kemungkinan besar membawa kelompok ini masuk ke Kolombo,” kata polisi tersebut, dikutip dari Guardian, Senin (22/04/2019).

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan 8 orang tersebut merupakan warga Sri Lanka sendiri. “Sejauh ini nama-nama yang muncul adalah orang lokal,” katanya dilansir dari laman Sputnik, Senin (22/04/2019).

Ranil menyampaikan, saat ini aparat berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya keterlibatan pihak luar atau tidak.

“Penyelidik akan memeriksa apakah para penyerang ini memiliki hubungan di luar negeri,” imbuhnya.@LI-13

CAPTION: Sebuah mobil ambulan disiagakan di depan gereja yang terkena ledakan bom di Sri Lanka saat perayaan Paskah, Minggu (21/04/2019). FOTO: AFP