Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hari ini di Gedung Ecopark Ancol, Jakarta, Rabu (24/4/2019), mengukuhkan Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara.

Prakarsa program institusi ini dinilai sangat strategis dalam membendung konten radikalisme terorisme serta akktif menyampaikan pesan damai dan mengisi konten positif di dunia maya sebagai proteksi generasi bangsa.

Sejauh ini, ada sebanyak kurang lebih 780 generasi muda Indonesia dari 13 Provinsi telah bergabung dalam duta damai dunia yang dibentuk BNPT sejak 2016 lalu. Kemudian, langkah ini diperluas antar lintas negara, sehingga menjadi kekuatan untuk mencegah paham kekerasan dan terorisme kawasan dan global.

“Di tahun 2016, BNPT sudah menyelenggarakan program ini (Duta Damai Dunia Maya), kita merekrut anak-anak muda Indonesia agar mereka langsung terlibat aktif dalam pencegahan konten radikalisme terorisme dan konten negatif. Kemudian mereka dapat aktif untuk memproduksi konten positif dan perdamaian di daerah masing-masing,” ujar Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H dalam sambutanya.

“Dan di Tahun 2019 ini, juga penting menjalin kerjasama perdamaian kawasan dan global, kami menggandeng Asia guna terus mendorong dan menjaga perdamaian secara global,” sambung Suhardi menegaskan.

Menurutnya, fenomena yang berkembang semakin kompleks dan penanggulangan kejahatan paham terorisme tidak dapat dilakukan dengan cara sendirian. Hal ini dilihat diantaranya adanya perubahan pola yang ditunjukkan dengan pemanfaatkan secara massif kecanggihan teknologi dan informasi oleh kelompok teroris dalam menyebarkan pesan kekerasan dan rekrutmen anggota mereka.

Pasalnya, narasi kekerasan dan terorisme yang massif dan viral di dunia maya sulit untuk ditanggulangi. Untuk itu, dalam melawan terorisme tidak hanya sekadar mewaspadai panggung aksi kekerasan mereka. Namun juga harus terus mewaspadai panggung narasi kekerasan yang tersebar di dunia maya.

Suhardi menjelaskan, sejauh ini Duta Damai Dunia Maya di Indonesia dan para pegiat perdamaian di dunia maya sudah melakukan kontra narasi di dunia maya. Dan itu sangat efektif dalam memerangi propaganda terorisme dan ekstremisme di dunia maya.

“Dengan adanya Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara, kita bisa berkolabarosi dan berbagi peran dalam melawan propaganda terorisme dan ektremisme di dunia maya dalam ruang yang lebih luas,” terangnya.

Suhardi menambahkan, melalui propraganda kontra radikalisme terorisme ini diharapkan mampu menciptakan kedamaian kawasan, global, khususnya di Indonesia.

“Dalam tiga tahun terakhir kami konsisten menggalang anak-anak muda yang saat ini dikenal dengan nama milenial, untuk menjadi yang terdepan dalam menyampaikan pesan damai dan mengisi konten positif. Diharapkan hal ini sebagai upaya melindungi generasi muda dari bahaya paham radikal terorisme.@licom