Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adanya penetapan tersangka Budi Budiman ini dibenarkan Ketua KPK, Agus Rahardjo. Meski begitu, ia belum menjelaskan Budi Budiman menjadi tersangka dalam kasus apa.

Agus menyampaikan bahwa besok KPK akan menggelar konferensi pers terkait hal ini.

“Jumat (26 April 2019) konpers,” singkat Agus melalui pesan singkat seperti dikutip medcom, Rabu (24/04/2019).

Siang tadi, KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhamad Yusuf, membenarkan adanya penggeledahan teresebut. Kata dia, sekitar delapan orang anggota KPK masuk kedalam ruangan Wali Kota Budi Budiman.

“Tadi kami ke ruang Wali Kota Tasikmalaya tapi oleh petugas KPK tidak diperkenankan masuk. Di dalam ada pemeriksaan. Pak Budi juga sempat melihat kami tetapi tak bisa berbicara meski wajahnya terlihat pucat,” ungkapnya.

Yusuf mengaku tidak mengetahui pasti alasan penggeledahan tersebut. Karena itu ia meminta agar masyarakat tetap tenang. Ia menyampaikan bahwa pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

“Sampai sekarang ini (pemeriksaan) masih terus berjalan dilakukannya di ruang Wali Kota,” ujarnya.

Yusuf mengungkap, sebelum penggeledahan, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sempat mengajaknya berkunjung ke Yogyakarta, hari ini. Namun, agenda kunjungan tersebut dipastikan batal.

“Ke Yogyakarta berkunjung untuk melihat museum, sedangkan dengan adanya penggeledahan dilakukannya anggota KPK semuanya itu batal,” tandasnya.

Diketahui pada 14 Agustus 2018 lalu Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman pernah diperiksa KPK di Jakarta. Dalam pemeriksaan itu, Budi mengaku telah mengajukan proposal proyek pembangunan infrastruktur ke DPR RI.

Proposal diajukan agar Pemkab Tasikmalaya mendapat dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018.@LI-13