Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan segala informasi maupun berita yang menyesatkan dan provokatif yang banyak beredar di media sosial terkait masalah Pemilu 2019.

Menurut Wiranto, saat ini banyak beredar informasi dan berita yang menghasut untuk melakukan gerakan-gerakan di luar hukum atau inkonstitusional. Para penyebar berita sesat itu, tegas dia, mengganggu keamanan.

“Saya mengharapkan masyarakat tidak perlu percaya. Jangan percaya terhadap berita-berita yang menyesatkan. Tidak perlu terhasut untuk melakukan gerakan yang hanya akan menganggu kedamaian dan keamanan nasional,” kata Wiranto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Rabu (24/04/2019.

Di tempat yang sama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko juga meminta masyarakat tidak terpancing pemberitaan menyesatkan di media sosial. Pasalnya, kata Moeldoko, kehebohan yang terjadi di media sosial tak menggambarkan suasana di dunia nyata.

“Sebenarnya ini situasinya paradoks ya. Apa yang terjadi di dunia maya dengan yang ada di lapangan. Kalau di dunia maya itu kayak mau perang saja padahal di lapangan itu happy saja,” kata Moeldoko.

Selanjutnya masyarakat diminta untuk tenang hingga hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan. Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dibuka pada Rabu, 22 Mei 2019 mendatang.@LI-13

CAPTION: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. FOTO: kompas