Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di Sri Lanka bertambah menjadi menjadi 359 orang. Sedangkan korban luka-luka mencapai 500 orang.

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekera mengatakan, sebelumnya jumlah korban tewas tercatat 321 orang.

Gunasekera tidak memberikan rincian korban dari tiga gereja dan empat hotel pada Minggu 21 April 2019 lalu itu.

Dikutip dari SBS, Rabu (24/04/2019), tim medis masih terus mengidentifikasi warga asing yang menjadi korban.

Seorang miliarder Denmark harus kehilangan tiga anaknya dalam serangan itu, seorang juru bicara perusahaannya mengatakan.

Delapan warga Inggris, 10 warga India, empat warga Amerika dan warga negara dari Turki, Australia, Jepang dan Portugal juga dilaporkan tewas dalam serangan itu.

PBB mengatakan setidaknya 45 anak-anak, warga Sri Lanka dan asing, termasuk di antara mereka yang tewas.

Dari tiga gereja yang menjadi target serangan, dua di wilayah Ibu Kota Kolombo dan satu di kota timur Batticaloa.

Pemboman hari Minggu Paskah menghancurkan kondisi tenang yang relatif telah ada di Sri Lanka yang mayoritas beragama Buddha sejak perang saudara melawan sebagian besar Hindu, etnis separatis Tamil berakhir 10 tahun yang lalu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya kekerasan sektarian.

Populasi Sri Lanka mencapai 22 juta termasuk kelompok minoritas Kristen, Muslim dan Hindu. Sampai sekarang, umat Kristen sebagian besar telah berhasil menghindari konflik terburuk dan ketegangan komunal di negara pulau itu.@LI-13

CAPTION: 
Militer Sri Langka berjaga di depan gereja St. Anthony, Gereja Kochchikade setelah ledakan di Kolombo, Sri Lanka 21 April 2019. FOTO: REUTERS / Dinuka Liyanawatte