Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jokowi memperlihatkan jiwanya yang legowo, termasuk selama memimpin Indonesia. Hal ini tergambar jelas saat diwawancarai Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (24/4/2019) di Trans 7.

Bahkan, saat disinggung mengenai perolehan suara dari provinsi Sumatera Barat yang kecil untuk Paslon 01 meski pembangunan disana digenjot, Jokowi menjawab tidak ada motif mendapatkan suara rakyat dengan selubung pembangunan.

“Nggak pernah ada kepikiran seperti itu. Kalau memang motifnya itu, baper dong saya. Itu terlalu baper,” ujarnya.

Najwa pun terbahak mendengar jawaban itu. Dia tidak menyangka Jokowi bisa dengan lancar pertanyaan berat itu. Rupanya, dari mimik wajah Jokowi, siapa pun meyakini jawabannya sangat tulus. Mantan Walikota Solo itu memang
membuktikan membangun Indonesia tidak Jawasentris jauh dari keinginan hanya untuk memperoleh suara.

Bahkan, Jokowi sempat berkelakar. Uniknya, dia seolah menyinggung kebanyakan netizen yang hendak memboikot Nasi Padang lantaran menganggap warga Sumbar dianggap tidak berterimakasih kepada Jokowi yang telah banyak membangun
Di Sumatera Barat.

“Kalau mau dapet suara, pembangunannya cukup di Jawa saja. Disini ada 149 juta suara. Tapi kan tidak. Sumbar tetap saya bangun, walaupun suaranya kecil sejak 2014 lalu. Kemarin, saya juga masih makan nasi padang,” katanya lagi, lantas terbahak.

“Pembangunan di luar Jawa tidak menimbulkan efek elektoral ke Anda Pak Jokowi?,” tanya Najwa, tajam.

Jokowi menjelaskan alasannya yang tetap keukeuh membangun di seluruh pelosok negeri itu. Presiden kelahiran Surakarta ini mengatakan, dirinya adalah pemimpin bagi seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tugas utamanya adalah membangun negara.

Disisi lain, kata Jokowi, dirinya juga dihadapkan dengan ketimpangan infrastruktur yang ada di Indonesia. Sehingga, hal tersebut membuatnya harus terus bergerak untuk membangun negeri sebagai bentuk keadilan sosial dan percepatan ekonomi.

“Ketimpangan di barat, tengah dan timur ini kan kelihatan sekali. Terutama dalam hal pembangunan. Lebih khusus lagi infrastruktur. Ini yang ingin kita kejar. Jadi kita tidak berbicara membangun daerah itu untuk mendapatkan suara. Nggak, jangan berpikiran seperti itu. Ini murni karena daerah itu infrastrukturnya kurang,” jelas Jokowi.

“Jadi, hitung-hitungan elektoral tidak pernah menjadi perhitungan utama?,” cekat Najwa lagi.

Tapi, Jokowi dengan tegas menjawab tidak. Sekali lagi, dia menjelaskan, jika ingin efek elektoral cukup membangun di Pulau Jawa saja.

Selama 4,5 tahun, Jokowi telah membangun banyak hal untuk Sumbar. Beberapa diantaranya sempat menghebohkan media sosial karena hasilnya, sangat indah.

Diantaranya yakni, Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau, Revitalisasi Saribu Rumah Gadang, Pembangunan kawasan wisata Mandeh, Jalan Trans Mentawai hingga membangun dua pelabuhan untuk destinasi wisata selancar dunia di Mentawai. @jr

Foto (atas):
Jokowi memeriksa hasil industri kerajinan dalam negeri di acara pembukaan Inacraft 2019 di Jakarta Convention Center. Anies Baswedan nampak seperti bercanda. @jr

Presiden Jokowi dihibur kesenian tradisional Timur Tengah di event internasional Inacraft 2019, Jakarta Convention Center. @jr