Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PW NU Banten legowo terima kekalahan Jokowi – KH Ma’ruf Amin di ‘kandang’ sendiri
HEADLINE

PW NU Banten legowo terima kekalahan Jokowi – KH Ma’ruf Amin di ‘kandang’ sendiri 

LENSAINDONESIA.COM: Meski Jokowi-KH Ma’rur Amin di ‘kandang’ KH Ma’ruf Amin kalah, namun hingga Kamis (25/4/2019) ini, di Banten tenang dan tidak ada kegaduhan. Ketua PW NU Banten KH Bunyamin mengakui, PW NU Banten legowo dan ikhlas menerima takdir kekalahan ini.

Ketua PW NU Banten juga mengakui, kekalahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Banten sangat mengejutkan rakyat Banten, khususnya warga NU. Kekalahan ini memang tidak terduga.

Sangat mengejutkan, menurutnya, lantaran segala upaya untuk mendongkrak suara kemenangan sudah dilakukan secara maksimal. Tapi, kata dia, hasilnya tidak sesuai harapan. Meski demikian, PW NU Banten tetap sangat menghargai pilihan warga Banten yang berbeda.

“Terpenting, sekarang kita semua harus menjaga proses demokrasi yang sudah berjalan dengan baik dan damai. Sekarang sudah saatnya kita semua berjabat tangan menjadi satu. Kita tunggu dan kita percayakan semua proses pemilu kepada KPU. Yang sedang bekerja menyelesaikan tahapan penghitungan suara”, tegas KH Bunyamin dilansir suara keadilan.com.

Kekhalahan ini kini, menjadi pelajaran berharga bagi jajaran PW NU Banten. KH Bunyamin berharap jajaran PW NU bisa terus belajar dan lebih dekat dengan rakyat Banten. Sekaligus, harus menjadikan napas rakyat Banten harus menjadi napas NU Banten.

“NU Banten tidak boleh meratapi kekalahan pilpres di Banten. Kita sudahi. Sekarang saatnya, kita siapkan kerja kerja peradaban yang sudah kita rencanakan,” tegas KH Bunyamin, yang sikap kelogowoan ini sebagai bentuk menjunjung tinggi adab sesuasi ajaran Islam yang terimplementasi dalam budaya adab ketimuran.

Kedepannya, Ketua PW NU Banten menghendaki, pengaderan NU terus diintensifkan. Warga Banten diupayakan lebih mengenal perjuangan NU Banten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, konstruksi masa depan Bangsa, khususnya Banten bisa tumbuh di masyarakat Banten.

Baca Juga:  Halal Institute: Persoalan tarif, Kenapa KMA 982 beri wewenang tunggal ke MUI?

Banten diketahui memiliki sumber sejarah keislaman yang kaya raya dan tidak bisa dipisahkan dengan NU. Pengaderan NU harus bisa dioptimalkan, karena pengaderan sebagai media transformasi gagasan masa depan banten dan Indonesia. @licom_09

Foto:
Suasana religiusitas masyarakat Provinsi Banten tercermin pada bangunan-bangunan bersejarah berlatarbelakangan Islami. @dok.wisataalam