Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Khofifah diperiksa KPK di Polda Jatim terkait pengakuan Romi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/03/2019). FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Khofifah diperiksa KPK di Polda Jatim terkait pengakuan Romi 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Jaw Timur Khofifah Indar Parawansa di Mapolda Jatim, Jumat siang (26/04/2019).

Pemeriksaan Khofifah ini terkait dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Khofifah, penyidik juga memeriksa 4 orang saksi dari unsur pejabat di Kantor Kemenag Jawa Timur.

“Ada lima orang saksi yang sedang diperiksa di Ditkrimsus Polda Jatim, termasuk saksi Khofifah, Gubernur Jatim,” ujar Febri.

Diketahui, Romi menyatakan dirinya ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Bahkan, menurut Romi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris.

“Ibu Khofifah Indar Parawansa misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan ‘Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus’,” ujar Romi mengulang kata-kata Khofifah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret 2019 lalu.

Menurut Romi, Khofifah kepadanya mengaku mengetahui kinerja Haris yang dianggap cukup baik.

“Sebagai Gubernur terpilih waktu itu, beliau mengatakan ‘kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov itu lebih baik’,” kata Romi masih mengulang kata-kata Khofifah.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

Baca Juga:  Pelantikan Rektor Undar Jombang dinilai cacat hukum

KPK menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyaj daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Romi dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut.@LI-13