LENSAINDONESIA.COM: KOMBATAN (komunitas Banteng Asli Nusantara) mengerahkan 16 grup musik milenial Jakarta, Jawa Barat dan Banten untuk mengespresikan lagu-lagu mendinginkan suasana politik pasca Pemilu. Grup-grup musik ini akan tampil bergantian mulai siang sampai sore di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu, 28 April 2019. Diperkirakan dihadiri 2000 partisipan milineal, dan dibuka Ketua Dewan Pembina Kombatan H. Sidarta Danusubroto.

Gebyar kreasi milineal ini, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan penyelengaraan pemilu terbesar sepanjang sejarah pemilu di Indonesia, Pasalnya, Pemilu 2019 yang berlangsung pada 17 April lalu merupakan penyelenggaran Pemilu serentak pertama dalam memilih presiden dan legislatif. Hasilnya, bukan hanya berjalan aman dan damai, namun jumlah pemilih mencapai rekor terbesar sepanjang sejarah pemilu, yaitu 80 persen dari masyarakat yang punya hak suara.

“Keberhasilan Pemilu ini patut kita syukuri bersama. Generasi milenial yang juga punya kontribusi besar terhadap kesuksesan Pemilu harus tetap kita beri ruang. Supaya milenial tidak merasa hanya dibutuhkan saat pengumpulan suara,” kata Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan, SH.

Walau begitu, lanjut Budi Mulyawan, Kombatan sebagai organisasi masyarakat pendukung banteng Soekarno pengawal Pancasila cukup prihatin melihat dinamika politik pasca Pemilu yang oleh generasi milenial dirasa kurang mendidik. Apalagi, milenial menyaksikan klaim-klaim kemenangan sepihak dari para elite politik berdampak memprovokasi akar rumput untuk saling serang lewat narasi-narasi di medsos.

“Kita banyak menerima keluhan dari milenial, suasana hoaks pasca pemilu lebih parah akibat klaim-klaim kemenangan sepihak, termasuk adanya ketidakpercayaan terhadap KPU. Agar rakyat tidak terus dibuat resah, cemas, dan bingung, maka disepakati menggelar kreatifitas menghibur lewat musik ini,” jelas Budi Mulyawan.

Gebyar milinial meredam suasana ini dikemas dalam bentuk Festival Musik Kreasi Milenial. Keenam belas grup musik ini merupakan pilihan yang terbaik diantara 50 grup musik milenial se DKI, Jabar dan Banten.

“Mereka yang unjuk gigi ini sebagai penghargaan akan dipilih yang terbaik pertama, kedua dan ketiga dengan diberi Thropy Kombatan. Kemasannya sebagaimana sebagai finalis yang saling menyajikan karya terbaik untuk masyarakat,” jelas Budi Mulyawan.

Budi Mulyawan berharap, dengan gelar kreasi musik Pemilu berjalan damai dan aman di Tugu Proklamasi ini juga sebagai rasa syukur atas prestasi besar Indonesia berhasil melaksanakan pesta demokrasi tergolong terbesar didunia, karena selain jumlah pemilih mencapai 180 juta, dan pelaksanaannya tersebar di banyak pulau, namun dapat dilaksanakan dalam sehari,

“Kita pilih mewadahi milineal berkespresi damai lewat kreasi musik, karena Bahasa musik itu bahasa universal yang tidak hanya bisa menciptakan suasana gembira, tapi juga bisa mempersatukan segala perbedaan dan merajut kembali masyarakat yang selama ini terpecah-pecah karena beda pilihan dan pengaruh gencarnya berita-berita hoak di medsos,” pungkas Ketum Kombatan. @iksan

Foto (atas):
Ketua Umum DPN Kombatan Budi Mulyawan menjelaskan kenapa Kombatan merangkul milenial untuk syukuran pasca pemilu aman dan damai. @iksan