Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tragedi bom Sri Lanka duka umat manusia, ini seruan Gusdurian terhadap warga Indonesia
Many people join hands to represent a family unity.
HEADLINE

Tragedi bom Sri Lanka duka umat manusia, ini seruan Gusdurian terhadap warga Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: Jaringan Gusdurian Indonesia mengutuk keras tragedi sejumlah bom meledak di negara Sri Lanka. Jaringan mewarisi semangat Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjunjung tinggi keberagaman umat manusia ini, mendorong warga dunia, khususnya masyarakat Indonesia menjaga toleransi dan perdamaian.

“Perbuatan teror hingga menghilangkan nyawa merupakan bukti bahwa para pelaku tidak lagi mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan dalam memandang kehidupan keberagaman,” tegas Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid.

Tragedi membuat duka dunia itu terjadi di tengah suasana khusyu peringatan hari Paskah 2019. Ledakan dari sejumlah bom yang meledak di beberapa titik itu diawali terjadi di dua gereja di Negombo. Kemudian, disusul ledakan di 3 hotel mewah di Colombo. Ledakan lainnya mengguncang satu gereja di Batticaloa. Selang beberapa jam kemudian, bom kembali meledak di dua tempat, di sebuah hotel dan rumah di Dehiwala dan Dematagoda.

“Aksi tersebut merupakan kejahatan yang tidak bisa dibenarkan atas nama apa pun,” tegas Alissa Wahid.

Peristiwa di Sri Lanka, lanjut Alissa, menambah daftar kasus di mana sebagian orang gagal memahami indahnya keberagaman. Kejadian tersebut. “Sekaligus, menunjukkan betapa ideologi kebencian memiliki daya rusak bagi kehidupan kita. Sayangnya, penggunaan kebencian untuk menyikapi perbedaan cenderung meningkat,” ungkapnya.

Salah satu indikatornya, menurut pencermatan Gusdurian, adalah semakin masifnya penggunaan politik identitas primordial di berbagai belahan dunia, terutama terkait dengan politik kekuasaan. Politik identitas membuat orang tidak lagi melihat perbedaan sebagai jalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi melihat yang berbeda sebagai pihak yang salah dan perlu dimusnahkan.

“Peristiwa memilukan tersebut terjadi tepat ketika jutaan umat manusia melakukan doa untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus yang semestinya diselimuti kedamaian. Untuk itu, umat manusia dan tokoh agama perlu menyerukan semangat toleransi agar ideologi kebencian tidak menular. Bagaimana pun keberagaman adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang mesti dirawat dan dirayakan,” tambah Alissa.

Baca Juga:  Kerja sama tiga aspek, Pelindo III optimalisasikan sirkulasi keuangan dengan BNI

Berkenaan dengan peristiwa tersebut, Jaringan Gusdurian Indonesia menyatakan:

Pertama, menyampaikan duka cita yang mendalam bagi seluruh warga Sri Lanka, terutama kepada keluarga korban yang ditinggalkan akibat peristiwa memilukan ini

Kedua, mengutuk keras aksi terorisme beserta ideologi kebencian yang diperjuangkan olehnya. Aksi tersebut adalah kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan.

Ketiga, mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk memberikan berbagai bentuk bantuan terhadap pemerintah Sri Lanka, baik saat pemulihan hingga langkah pencegahan terkait terorisme di masa mendatang

Keempat, menyerukan kepada seluruh warga dunia terutama warga Indonesia untuk senantiasa menjaga toleransi dan perdamaian serta menolak segala bentuk provokasi yang menjurus pada peminggiran atau diskriminasi terhadap identitas tertentu.

Kelima, mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk bersikap empatik dengan tidak menyebarkan kabar bohong menyangkut peristiwa yang terjadi di Sri Lanka dan wilayah lain di dunia. @licom_09