Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PT Jasa Raharja (Persero), BUMN yang mengatur dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang kini mendigitalisasi layanannya.

Inovasi tersebut diwujudkan dengan adanya Aplikasi My Jasa Raharja, Tata Persuratan Digital (SIAP Mobile), E-Procurement, transaksi pembayaran iuran wajib via virtual account, SAMSAT Online Nasional, Human Resource Information System, Artificial Intelegence Chatbot dan lainnya.

Budi Rahardjo S, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) mengatakan, Jasa Raharja telah menjalankan amanah Undang-Undang yaitu Undang-Undang No 33 dan Undang-Undang No.34. Undang-Undang No.33 mengatur Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang sedangkan Undang_Undang No.34 menangani Dana Pertanggungan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Tugas pokok Jasa Raharja diantaranya menyerahkan santunan kecelakaan bagi korban kecelakaan lalu lintas di darat, laut dan udara sesuai Undang-Undang tersebut,” papar Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/04/2019).

Ia menambahkan, untuk melayani korban atau keluarga korban, Jasa Raharja selalu menganut prinsip PRIME (Proaktif, Ramah, Iklas, Mudah dan Empati). Slogan jemput bola dengan mendatangi rumah korban, rumah sakit salah satu program Jasa Raharja untuk memudahkan dalam penyelesaian santunan korban dan keluarga sebisa mungkin tak perlu datang ke kantor-kantor Jasa Raharja.

“Hal ini jadi penilaian kinerja bagi insan Jasa Raharja jika masih banyak korban/keluarga korban yang datang ke kantor Jasa Raharja untuk mengurus santunan,” tegas Budi.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan R.I No.15/PMK.010/2017 tentang Besaran Santunan Kecelakaan Penumpang Umum dan Nomor 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 sudah dijelaskan. Nilai santunan naik 100% dari sebelumnya dimana Santunan bagi korban luka-luka sebesar max Rp.20juta dan Santunan korban meninggal dunia sebesar Rp.50juta.

“Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini juga diatur manfaat tambahan bagi korban, yakni Biaya Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan dan Biaya Ambulance dari tempat kejadian kecelakaan menuju fasilitas kesehatan awal/yang terdekat dari tempat kejadian kecelakaan. Peraturan Menteri Keuangan R.I ini berlaku mulai tanggal 1 Juni 2017,” tutur Budi.

Selama tahun 2017, Jasa Raharja telah memberikan santunan sebesar Rp. 1.98 triliun dan tahun 2018 sebesar Rp.2.56 triliun, terdapat kenaikan aktifitas 29,26% dikarenakan adanya kenaikan santunan per 1 Juni 2017. Tahun 2017 penyelesaian santunan rata-rata diselesaikan dalam 32 menit sedangkan tahun 2018 bisa diselesaikan selama 26 menit.@Rel-Licom

Foto: (kanan) Budi Rahardjo S, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero).ist