Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pemkot Surabaya gandeng 14 perguruan tinggi bantu anak putus sekolah lanjutkan pendidikan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama anak-anak putus sekolah dan rawan putus sekolah dalam acara Gathering Campus Social Responsibility di Universitas Surabaya (Ubaya), Jalan Raya Kali Rungkut, Minggu (28/04/2019). FOTO: dok.unipra
EDUKASI

Pemkot Surabaya gandeng 14 perguruan tinggi bantu anak putus sekolah lanjutkan pendidikan 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) menjalin kerjasama dengan 14 perguruan tinggi di Surabaya untuk pendampingan terhadap anak-anak putus sekolah dan rawan putus sekolah.

Kerjasama dalam program Campus Social Responsibility (CSR) 2019 ini bertujuan untuk membantu anak-anak usia untuk tetap memiliki semangan malanjutkan pendidikannya lewat pendampingan para mahasiswa.

Saat ini sebanyak 350 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi telah disiapkan sebagai ‘kakak’ pendampaingan untuk anak-anak usia sekolah anak-anak putus sekolah dan rawan putus sekolah tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai, CSR ini adalah cara alternatif untuk memitigasi potensi anak putus sekolah tersebut. Mahasiswa dinilai mampu mengatasi problem adik asuh melalui pendekatan persuasif.

“Dengan pendidikan yang baik, kita bisa mengangkat derajat kita, bukan hanya diri pribadi, tapi juga bangsa dan negara kita,” katanya saat memberi sambutan di acara Gathering Campus Social Responsibility di Universitas Surabaya (Ubaya) Minggu (28/04/2019).

Risma berharap, melalui program tersebut, mahasiswa sebagai pendamping mampu mentransfer perilaku dan kebiasaan-kebiasaan baik kepada adik asuhnya.

“Permasalahan pendidikan tak lepas dari berbagai faktor. Faktor lain faktor masalah ekonomi keluarga, masalah lain adalah kemauan anak-anak untuk menempuh pendidikan. Karena itu, melalui program CSR itu, Pemkot Surabaya ingin menyelamatkan masa depan generasi muda, serta memutus mata rantai permasalahan sosial sejak dini, melalui mahasiswa yang berperan sebagai pendamping dan kakak,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Risma memberikan motivasi penguatan kepada 350 adik-adik yang menjadi anak asuh program CSR tersebut, agar terus bersemangat menempuh pendidikan.

Risma juga mengapresiasi para kakak-kakak pendamping yang dengan sabar dan tekun membimbing adik asuhnya agar terus bersemangat untuk menempuh pendidikan sekolah. “Betapa luar biasanya kakak-kakak pendamping yang mau membimbing adik-adik ini. Jadi kakak-kakak ini, seperti kakak kalian sendiri. Setelah ada program CSR ini, anak-anak menjadi luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Jatim buka lowongan 1.817 formasi CPNS, Gubernur Khofifah persilahkan masyarakat mendaftar

Kepada 350 mahasiswa pendamping itu, Risma juga berpesan apabila mereka mengetahui adanya anak rentan putus sekolah, agar bisa disampaikan ke pemerintah. Sebab, informasi yang mereka sampaikan, secara tidak langsung membantu pemerintah dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa.

“Jika kakak-kakak tahu informasi ada anak yang putus sekolah bisa disampaikan kepada kami. Kalau ternyata orang tuanya yang bermasalah seperti tidak bekerja, tolong sampaikan ke kami. Saya akan coba mencarikan solusinya,” kata Risma.

Karena itu, tujuan utama program CSR adalah untuk mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan, serta menguatkan motivasi anak rentan putus sekolah untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Program CSR juga bertujuan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda, serta memutus mata rantai permasalahan sosial sejak dini, melalui mahasiswa yang berperan sebagai pendamping.

Sementara bagi para mahasiswa, program CSR itu akan melatih mereka dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang diperoleh di bangku kuliah, untuk diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.@iwan kritiono

CAPTION: 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama anak-anak putus sekolah dan rawan putus sekolah dalam acara Gathering Campus Social Responsibility di Universitas Surabaya (Ubaya), Jalan Raya Kali Rungkut, Minggu (28/04/2019). FOTO: dok.unipra