LENSAINDONESIA.COM: Jumlah petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia terus bertambah. Berdasarkan laporan yang masuk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Sabtu, 27 April 2019, jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 272 orang.

“Update data per 27 April hingga pukul 18.00 WIB tercatat 272 petugas KPPS meninggal dunia,” kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting di Jakarta, Minggu (28/04/2019).

Jumlah korban meninggal dunia meningkat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Menurut Evi, sebelumnya banyak petugas KPPS yang belum melaporkan anggotanya yang meninggal dunia.

“Mungkin karena sebelumnya belum dilaporkan. Semua sedang sibuk menjalankan proses tahapan. Proses hitung juga menjadi perhatian semua penyelenggara,” jelas Evi.

Dari data KPU, jumlah petugas KPPU yang wafat paling banyak dari Jawa Barat dengan 83 orang. Jawa Timur menyusul dengan 39 orang korban dan Jawa Tengah 32 orang. Ketiga provinsi adalah wilayah dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan pemilih terbanyak.

Sementara itu, KPU menyebut Kementerian Keuangan sudah menyetujui pengajuan anggaran santunan bagi petugas KPPS yang wafat. Namun, KPU masih menunggu besaran anggaran yang disetujui Kementerian Keuangan.

KPU mengusulkan agar petugas KPPS yang meninggal dunia disantuni Rp30-36 juta. Petugas yang mengalami musibah hingga menyebabkan cacat disantuni maksimal Rp30 juta dan petugas luka-luka Rp16 juta.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan semua petugas KPPS ditanggung negara. Pemerintah akan memberikan santunan kepada mereka yang sakit dan meninggal dunia.

“Komisi Pemilihan Umum sudah koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membicarakan aliran santunannya.KPU yang punya alokasi,” kata Moeldoko, Rabu, 24 April 2019.

Selain santunan, petugas KPPS juga mendapat asuransi. Moeldoko mengatakan petugas KPPS telah dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam bertugas.

Sementara itu, wacana petugas KPPS diberikan gelar pahlawan demokrasi masih dipertimbangkan. Namun, sebutan pahlawan demokrasi bagi Moeldoko terlalu berlebihan. “Saya pikir enggak sejauh itu. Itu KPU yang punya otoritas,” ujar dia.@LI-13/medcom

CAPTION: 
Jenazah Tommy Heru Siswantoro, anggota KPPS di TPS 19 Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya diberangkatkan ke TPU Karang Gayam Teratai Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/04/2019). FOTO: antara/didik suhartono