Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Unipra dan Pemkot Surabaya kerjasama selamatkan anak putus sekolah
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama mahasiswa dan dosen Universitas WR Supratman (Unipra) disela acara Gathering Campus Social Responsibility, Minggu (28/04/2019). FOTO: dok.unipra
EDUKASI

Unipra dan Pemkot Surabaya kerjasama selamatkan anak putus sekolah 

LENSAINDONESIA.COM: Universitas WR Supratman (Unipra) berkerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam Program Campus Social Responsibility (CSR) 2019.

Misi dari program CSR adalah untuk menyelamatkan masa depan generasi muda, serta memutus mata rantai permasalahan sosial sejak dini melalui mahasiswa yang berperan sebagai pendamping.

Upaya yang dilakukan untuk mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan, serta menguatkan motivasi anak rentan putus sekolah untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dalam program CSR 2019 kali ini, Unipra Surabaya melibatkan 30 mahasiswanya untuk menjadi pendampingan anak-anak putus sekolah dan rentan putus sekolah.

“Melalui program ini kami dari Unipra turut berkolaborasi dan bekerjasama dalam pengabdian pada masyarakat, mengurai permasalahan-permasalahan di masyarakat yaitu dengan melakukan dampingan dan penanganan anak-anak yang rentan putus sekolah dan anak putus sekolah di Surabaya,” kata Siti Lailatus Sofiyah, dosen pendamping mahasiswa Unipra disela acara Gathering Campus Social Responsibility bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Universitas Surabaya (Ubaya), Minggu (28/04/2019).

Kepala Jurusan FISIP Unipra ini menyebut, bahwa 30 mahasiswanya akan melakukuan pendampingan anak-anak putus sekolah dan rentan putus sekolah selama 8 bulan.

“Pendampingan mulai Mei hingga Desember 2019. Selama proses itu, dosen pembimbing dari Unipra akan memantau perkembangan pendampingan yang dilakukan para mahasiswa,” terangnya.

Menurut Sofi, dalam program CSR ini, satu mahasiswa (kakak pendamping) akan mendamping satu orang anak putus sekolah dan rentan putus sekolah (adik asuh).

“Melalui proses pendampingan ini diharapkan akan terjadi transfer ilmu, pengetahuan dan wawasan dari mahasiswaa kepada anak asuhnya sehingga dapat merubah pola pikir dan perilaku anak-anak sehingga tidak sampai putus sekolah.

Bagi mahasiswa, lanjut Sofi, kegiatan bersifat sosial adalah salah satu bentuk pembelajaran tentang pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tangkap pencuri yang pura-pura jadi tukang servis AC

Selain Unipra, pada program CSR tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) juga menjalin kerjasama dengan 1 perguruan tinggi di Surabaya lainya.@LI-13