Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tim Robot Fakultas Vokasi Untag Surabaya juarai Kontes Robot Indonesia 2019
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. FOTO: istimewa
EDUKASI

Tim Robot Fakultas Vokasi Untag Surabaya juarai Kontes Robot Indonesia 2019 

LENSAINDONESIA.COM: Prestasi gemilang berhasil diraih oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional IV, Tim Politag-Pro Fakultas Vokasi Untag Surabaya berhasil menyabet juara pertama dan juga desain terbaik divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI).

Mereka mampu mengungguli tim Papuma_IR64 dari Politeknik Negeri Jember di peringkat 2 dan tim RISMA dari ITS Surabaya di peringkat 3.

KRI 2019 sendiri merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

KRI 2019 dibagi menjadi 6 divisi yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Kontes Tingkat Regional diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, salah satunya Regional 4 (area Jawa bagian Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) dengan tuan rumah Universitas Mataram, Lombok, pada tanggal 21-23 April.

Ketua Tim Politag-Pro, Astra Nico Prastyo mengucap syukur atas pencapaian yang diperoleh timnya. “Senang dan bangga sekali bisa juara. Padahal, saingannya kalau boleh dibilang berat-berat, seperti ITS dan juga PENS,” katanya dalam keterangan pers yang diterima lensaindonesia.com, Senin (29/04/2019).

Mereka sendiri telah dua kali mengikuti kontes robotika, namun gagal di babak penyisihan. Oleh karenanya untuk mengikuti KRI 2019 ini, tim Politag-Pro membuat persiapan sematang mungkin. “Persiapannya kurang lebih 3 bulan. Mulai dari merancang desain sampai mengikuti perlombaan,” ujar mahasiswa Fakultas Vokasi Prodi Manufaktur itu.

Untuk kendala, Astra menyebutkan yang paling susah diantara persiapan mereka mengikuti ajang robot tahunan bergengsi ini adalah merancang desain, “desainnya sempat salah jadi robotnya juga sempat rusak.” Namun, ia sangat bersyukur atas dukungan dari timnya. “Mental teman-teman luar biasa. Alhamdulillah. Walaupun berkompetisi dengan kampus-kampus besar, nggak terpengaruh. Percaya dirinya juga bagus,” ujarnya.

Baca Juga:  Irvandi Gustari, kini didapuk jadi Direktur Keuangan Pelindo III

Sementara itu, soal keunggulan dari robot milik tim Politag-Pro, salah satu pembimbing tim, Dimas Aditya Putra Wardhana, S.ST. menyampaikan robot mereka memiliki kestabilan yang baik. “Kalau robot dari kampus lain memang unggul dikecepatan. Namun menurut kami kurang stabil. Jadi di beberapa rintangan mereka mengalami gangguan dan error. Sedangkan robot milik kami tingkat kestabilannya cukup baik jadi jarang ada error,” terangnya.

Desain robot tim Politag-Pro yang dimiliki juga unik dengan adanya empat buah kaki seperti kuda. Dimas mengaku rancangan desain tersebut melihat dari tema besar KRAI 2019 yaitu “Sang URTUU Agung Menyebarkan Pengetahuan” dan juga dari sistem pertandingan.

“Kita memang sudah betul-betul melihat rule sistem pertandingan sehingga robot kita dianggap yang paling mendekati rule. Tidak banyak yang berkaki kuda seperti kita, melainkan memakai diesel seperti sistem kereta api,” urainya.@LI-13