LENSAINDONESIA.COM: Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dalam tugas melaksanakan Pemilu 2019 di TPS terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dterima Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat ini terdata 318 petugas KPPS meninggal dunia.

“Update data per 30 April 2019 pukul 08.00 WIB, 318 petugas KPPS wafat,” kata Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

Disampaikan Arif, kasus petugas KPPS meninggal paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat, yaitu 89 kasus. Lalu di Jawa Timur sebanyak 39 kasus dan Jawa Tengah 31 kasus.

Tiga provinsi ini memang merupakan daerah dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan tempat pemungutan suara (TPS) terbanyak.

Berdasarkan data, sebanyak 2.232 petugas KPPS jatuh sakit saat bertugas. Berdasarkan data KPU, kasus petugas KPPS sakit saat bertugas paling banyak dijumpai di Jawa Barat 260 kasus, Jawa Tengah 246 kasus, dan Sulawesi Selatan 196 kasus.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan besaran santunan untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengalami musibah.

Pemerintah akan memberikan santunan Rp36 juta per orang untuk keluarga petugas KPPS wafat. Sedangkan petugas yang mengalami kecelakaan hingga mengalami cacat permanan akan diberikan santunan Rp30 juta per orang.

Petugas KPPS yang mengalami luka berat akan disantuni Rp16,5 juta per orang. Sedangkan petugas KPPS yang mengalami luka sedang mendapat santunan Rp8.250.000 per orang.

Besaran santunan ini tertuang dalam Surat Menteri Keuangan nomor S-316/MK.02/2019 ditandatangani Menkeu Sri Mulyani tertanggal 25 April 2019.@LI-13

CAPTION: Jenazah Sudirdjo, seorang petugas KPPS di Bekasi, Jawa Barat berangkatkan ke tempat pemakaman. FOTO: antara