LENSAINDONESIA.COM: Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) melaporkan temuan dugaan pelanggaran Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur.

Pelanggaran pemilu itu adalah dugaan penggelembungan suara yang untuk Partai Amanat Nasional (PAN), pengurangan perolehan suara Partai Golkar dan dugaan manipulasi data.

Ketua FRJM Joko Fattah Rochim mengungkapkan, penggelembungan suara PAN terjadi di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang.

“Kita sudah laporkan ke Bawaslu Jatim dan tembusan Bawaslu Jombang Rabu 1 April kemarin. Kecurangan atau pelanggaran yang kami temukan terjadi di delapan TPS, 5 TPS diantaranya adalah dugaan praktek penggelembungan suara. Dugaan penggelembungan suara tersebut berdasarkan bukti C1 atau DAA1,” kata Fattah kepada lensaindonesia.com, Kamis (02/05/2019).

Fattah menyebutkan, modus penggelembungan suara yang dilakukan di TPS tersebut adalah dengan cara menambah jumlah perolehan suara. Rata-rata, kata dia, perolahan suara tidak sesuai dengan jumlah yang ditulis di dalam dokumen C1 dan DAA1.

“Misalnya di TPS 13 Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben PAN terhitung mendapat 13 suara, tetapi dalam jumlahnya ditulis 53 suara,” jelasnya.


Salah satu bukti dugaan penggelembungan perolehan suara PAN di Kabupaten Jombang. FOTO: FRMJ

Selain penggelembungan suara, FRMJ juga menemukan adanya dugaan pengurangan perolahan suara Partai Golkar di TPS 06 Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben.

Di TPS 06 Desa Jombatan ini, Partai Golkar yang tercatat mendapat 9 suara, tetapi dalam penjumlahan di dokumen C1 dan DAA1 ditulis 0 atau tidak memperoleh suara.

“Perolahan suara Partai Golkar ‘hilang’ di TPS 06 Desa Jombatan,” sebut Fattah.

“Kami juga menemukan adanya dugaan manipulasi data di TPS 12 Desa Watudakon dan TPS 06 Desa Mojoduwur, dimana dokumen C1 dikosongkan tanpa diisi perolehan suara tetapi ditanda tangani oleh ketua dan anggota PPS,” tambahnya.

FMRJ sengaja melaporkan temuan dugaan kecurangan ini sebab masalah ini telah menciderai pelaksanaan Pemilu dan merugikan semua pihak termasuk sejumlah partai politik dan masyarakat pemilih di Kabupaten Jombang.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Sebab bukan hanya para partai politik peserta pemilu, tetapi juga masyarakat. Ini pidana dan mencederai pelaksanaan pemilu,” ujarnya.

Berikut temuan dugaan kecurangan penggelembungan suara PAN di Jombang:

1. Adanya penambahan atau penggelembungan suara PAN di TPS 13 Desa Jombatan, Kemacatan Kesamben. Dimana perolehan 13 suara diubah menjadi 53 suara (bukti C1 dan DAA1 terlampir).

2. Adanya penambahan atau penggelembungan suara PAN di TPS 10 Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, perolehan sebanyak 7 suara diubah/ditulis menjadi 17 suara (bukti C1 dan DAA1).

3. Adanya pena atau penggelembungan suara PAN di TPS 01 Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, perolehan 13 suara diubah/ditulis 23 suara (bukti C1 dan DAA1 termapir).

4. Adanya pena atau penggelembungan suara PAN di TPS 08 Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, perolehan 12 suara diubah/ditulis menjadi 14 suara (bukti C1 dan DAA1 terlampir).

5. Adanya pena atau penggelembungan suara PAN di TPS 15 Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, perolehan 14 suara diubah/ditulis menjadi 54 suara (bukti C1 dan DAA1 terlampir).

6. Adanya dugaan pengurangan perolehan suara Partai Golkar di TPS 06 Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, perolehan 9 suara diubah/ditulis menjadi 0 (bukti C1 dan DAA1 terlampir).

7. Adanya dugaan manipulasi data di TPS 12 Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben dimana dokumen c1 tidak diisi perolehan suara (dikosongkan) tetapi ditandatangai oleh Ketua dan anggota PPS (bukti C1 terlampir).

8 Adanya dugaan manupulasi data di TPS 06 Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, dimana dokumen C1 tidak diisi peolehan suara (dikosongkan) tetapu ditanda tangani oleh Ketua dan anggota PPS (bukti C1 terlampir.@LI-13

CAPTION FOTO: Ketua FRMJ Joko Fattah Rochim (kiri) saat melaporkan temuan dugaan kecurangan Pemilu di Kabupaten ke Bawaslu Jatim, Rabu malam (01/05/2019). dok.licom