Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Peringati hari susu sedunia berikut hari pendidikan, Frisian Flag Indonesia (FFI) gandeng Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran serta berbagai sekolah dasar untuk mengedukasi manfaat susu melalui sosialisasi atau edukasi.

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan, melalui gelaran ini FFI membantu pemerintah memerangi stunting melalui informasi berbasis ilmiah kepada mahasiwa, pemberian susu dan pembangunan fasilitas olahraga untuk anak-anak sekolah dasar.

“Kerjasama ini bukan dilandasi oleh Apa yang bisa kami lakukan untuk mereka, namun menitik beratkan pada apa yang bisa kita lakukan bersama untuk satu sama lain,” tandas Andrew dalam keterangan tertulisnya, Senin (06/05/2019).

Ia menambahkan, intinya pola makan sehari-hari orang Indonesia belum memenuhi gizi seimbang.

“Gizi seimbang diartikan sebagai ragam bahan makanan yang berkualitas, jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga dianggap memenuhi kebutuhan gizi anak guna pertumbuhan dan perkembangan yang optimal,” tegas Andrew.

Hasil studi SEANUTS (South East Asian Nutrition Survey) yang diinisiasi oleh FrieslandCampina tahun 2012 terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 bulan – 12 tahun, menampilkan anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait kesehatan dan gizi, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2017, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun dari target 20 liter per kapita per tahun.

“Konsumsi ini merupakan terendah di Asia Tenggara dengan Brunei Darussalam yang mencapai 129.1 liter, Malaysia dengan 50.9 liter, Singapura sebanyak 46.1 liter, dan bahkan masih jauh lebih sedikit dibandingkan dari Vietnam yang berada di angka 20.1 liter susu per kapita per tahun,” papar Andrew.

Dalam menu masyarakat modern, susu menjadi minuman wajib dalam sehari-hari. Hal ini sesuai aturan makan yang dianjurkan pemerintah di berbagai belahan dunia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Husmy Yurmiati Ir., M.S mengungkapkan, mitos seputar susu harus dihilangkan lewat praktik minum susu disertai riset terkait perilaku minum susu. Pemahaman gizi yang keliru ini akan mengakibatkan tak terpenuhinya asupan gizi sesuai kebutuhan.

“Padahal susu jadi salah satu asupan gizi yang memenuhi segala kebutuhan tubuh. Selain itu, meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap susu akan menciptakan efek domino positif terhadap industri. Produksi susu nasional, baru bisa mencukupi 20% kebutuhan pasar akan bisa ditingkatkan sebab adanya permintaan nyata dari masyarakat,” imbuhnya.@Rel-Licom

Foto: Edukasi manfaat susu di kalangan anak Sekolah dasar diterapkan oleh Frisian Flag Indonesia kerja bareng Universitar Padjadjaran Bandung,ist