Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jaksa ragukan keterangan lima anggota DPRD Surabaya terkait dugaan korupsi Jasmas
Lima anggota DPRD Surabaya saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Jasmas dengan terdakwa Agus Setiawan Tjong di Pengadikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (06/05/2019). FOTO: arief-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Jaksa ragukan keterangan lima anggota DPRD Surabaya terkait dugaan korupsi Jasmas 

LENSAINDONESIA.COM: Lima anggota DPRD Surabaya dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 dengan terdakwa Agus Setiawan Tjong di Pengadikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (06/05/2019).

Lima anggota dewan itu diantaranya, Darmawan (Gerindra), Ratih Retnowati (Demokrat), Binti Rochma (Golkar), Dini Rijanti (Demokrat) dan Syaiful Aidy (APN).

Saat dicecar pertanyaan seputar fee dan bingkisan yang diduga telah mereka terima dari terdakwa Agus Setiawan Jong, lima anggota dewan tersebut kompak ‘geleng kepala’. Mereka mengaku tidak ada fee.

“Tidak ada, tidak terima,” ucap mereka secara bergantian menjawab pertanyaan ketua majelis hakim Rochmad “Anda terima fee atau bingkisan, karena saksi sebelumnya Santi dan Dea Winnie mengatakan anda semua dapat fee dan bingkisan?”

Sementara saat ditanya terkait janji-janji apa yang disampaikan terdakwa Agus Setiawan Tjong pada kelima saksi apabila proyek Jasmas ini berhasil, hanya Dermawan yang mengaku dijanjikan sesuatu.

“Kalau saya dijanjikan akan diberikan tambahan suara dalam Pemilu 2019, melalui konstituen yang dijanjikan oleh Dea Winnie,”ungkap Darmawan.

Sementara Andreano selaku hakim anggota terkesan meragukan kesaksian lima anggota DPRD Surabaya ini.

Andreano pun lantas mengkaitkan kasus ini ke dalam dunia usaha.

“Mosok sesederhana itu, anda ditemui terdakwa tanpa ada apa-apa. Ibaratnya terdakwa ini sales, semestinya menemui RT RT yang mengajukan proposal bukan anda, ini yang tidak ada korelasinya. Kenapa harus ke anda bukan ke RT,” kata hakim Andreano.

Mendapat pertanyaan jaksa tersebut, kelima anggota DPRD Surabaya itu tidak memberikan jawaban apapun. Mereka hanya menundukkan kepala.

Diberitakan sebelumnya, kelima saksi ini sempat disebut oleh Santi dan Dea Winnie, dua pegawai terdakwa Agus Setiawan Tjong yang mengungkap adanya aliran dana dalam bentuk fee dan bingkisan yang mengalir ke mereka.

Baca Juga:  Manajer para artis prostitusi dipanggil Polda Jatim

Santi dan Dea Winnie merupakan marketing dari terdakwa Agus Setiawan Tjong yang diutus mencari data  para ketua RT dalam proyek Jasmas.

Usai mendapatkan data ketua RT, selanjutnya Santi dan Dea Winnie meminta foto copy dan SK Pengangkatan ketua RT, selanjutnya membuat proposal Jasmas yang diserahkan kepada lima saksi melalui stafnya.

Penyerahan proposal tersebut sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang dibuat terdakwa Agus Setiawan Tjong dengan para legislator Yos Sudarso yang bersaksi hari ini. Proposal Jasmas ini juga disesuaikan dari daerah pemilihan (Dapil) dari masing-masing para saksi.@rief

CAPTION: 
Lima anggota DPRD Surabaya saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Jasmas dengan terdakwa Agus Setiawan Tjong di Pengadikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (06/05/2019). FOTO: arief-LICOM