Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto membantah adanya pengungkapan pengiriman narkoba jenis sabu seberat 10 kilogram asal Malaysia.

Agus menyatakan, bahwa kabar tersebut tidak benar Tidak ada, kamu aja yang mengabarkan seperti itu. “Tidak ada, kamu aja yang mengabarkan seperti itu,” singkatnya saat ditemui lensaindonesia.com di Mapolres Tanjung Perak, Senin (06/05/2019).

Pernyataan Agus ini sedikit berbeda dengan ketika dikonfirmasi melalui telepon Jumat 03 April 2019 lalu saat lensaindonesia mengkonfirmasi informasi adanya informasi yang menyebut bahwa Polres Tanjung Perak telah menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu dengan total berat 10 kilogram.

Dalam wawancara melalui telepon itu, intinya Agus meminta wartawan lensaindonesia tidak mengganggu jalannya penyidikan dengan memberitakan informasi tersebut.

Saat itu, Agus menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah mengungkap kasus sabu seberat 10 kilogram itu.

“Tidak ada. Saya tahu pengungkapan 10-20 kg itu prestasi, tapi kalau sampean (anda) merusak (beritakan), saya anggap mengganggu penyidikan,” kata Agus dengan nada tinggi.

“Jangan maca-macam Mas, jangan percaya dengan kabar yang belum jelas. Kalau anda angkat, sama saja membantu bandarnya. Dan anda merusak penyidikan,” ujarnya.

Saat ini, lensaindonesia.com terus berusaha mencari informasi benar atau tidak kabar ini, dengan melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait demi memberikan informasi yang benar, tidak memihak pada siapapun, dan cover both side (berimbang) kepada publik.

Upaya ini ditempuh lensaindonesia.com agar tidak ada pihak manapun (termasuk kepolisian) dirugikan terkait berita yang ditayangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggagalkan penyelundupan 10 kilogram narkotika jenis sabu dari Malaysia.

Pengungkapan penyelundupan narkoba ini berawal dari informasi Bea Cukai Tanjung Perak yang menyebut adanya pengiriman sabu seberat 5 kiligram dalam kotainer Yang Ming 40 feet.

Menurut informasi nternal Polres Pelabuhan Tanjung Perak barang haram tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi dari kawasan Kalianak ke PT Aura di kawasan akses Suramadu Desa Morkepek, Kecamatan Labang Bangkalan, Madura.

“Saat mendapat informasi dari Bea Cukai, anggota melakukan pengintaian di sekitaran ekspedisi PT Aura. Dimana sabu yang diduga dikirim dari Malaysia menggunakan konteiner Yang Ming 40 feet,” ungkap saksi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan ini.

Petugas yang melakukan pembuntutan dari Kawasan Kalianak, konteiner berisi narkoba tersebut masuk ke PT Aura ekspedisi yang berada di kawasan Akses Suramadu Desa Morkepek, Labang, Bangkalan Madura.

“Di sana (ekspedisi) sudah terdapat orang yang akan menerima sabu itu, dengan menggunakan mobil pribadi dan akan dikirim kepada pemesan di Jember,” paparnya.

“Setelah keluar dari ekspedisi itu, anggota membuntuti pelaku yang membawa 5 kilogram sabu dan melakukan penyergapan,” ujar saksi lebih lanjut.

Tidak berhenti disitu, petugas kembali mengendus adanya pengiriman 5 kilogram sabu lagi dengan modus dan pemesan yang sama. “Besoknya kami kembali melakukan penangkapan. Dan barang bukti yang kami amankan sama dengan sebelumnya,” ungkapnya.

Saksi tidak menyebutkan jumlah tersangka yang diamankan dan meminta Lensaindonesia.com langsung konfirmasi ke atasannya. “Langsung konfirmasi ke Kapolres atas Kasat saja,” pungkasnya.@rofik