Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan negara-negara muslim secepatnya mengambil langkah penting demi menekan Israel dan mencegah pembantaian warga Palestina yang tak berdosa.

Dilansir media Iran, Press TV, Selasa (7/5/2019), hal itu disampaikan Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, setelah saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza menewaskan 23 warga Palestina dan 4 warga Israel.

“Negara-negara Islam perlu mencegah pembantaian warga Palestina yang tak bersalah lewat persatuan dan melancarkan tekanan pada rezim Zionis Israel,” tegas Rouhani kepada Emir Qatar.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan, jumlah warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel menjadi 23 orang setelah ditemukan 2 jasad di Jalur Gaza utara, Senin (6/5) pagi waktu setempat. Kedua jasad ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur total akibat digempur rudal Israel. Keduanya diidentifikasi sebagai pasangan suami istri Talal Abu al-Jidian (48) dan Raghda Mohammed Abu al-Jidian (40).

Pasutri itu memiliki seorang anak laki-laki berumur 12 tahun, Abdul Rahman al-Jidian, yang jasadnya ditemukan beberapa jam sebelumnya.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini bermula pada Jumat (3/5/2019), saat aksi demo warga Palestina di Jalur Gaza untuk memprotes blokade. Seorang pria Palestina bersenjata menembak dan melukai dua tentara Israel di dekat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.

Aksi balasan berlajut setelah Hamas menembakkan ratusan roket dari Gaza ke Israel pada Sabtu (4/5/2019) pagi waktu setempat. Sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa terkena hantaman.

Dalam eskalasi pertempuran terbesar sejak perang Gaza tahun 2014, militer Israel melaporkan lebih dari 600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak Sabtu. Militer Israel membalas dengan melancarkan 320 serangan udara sejak Minggu (5/5/2019) waktu setempat. @(*/LI-15)