Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Suara hilang di TPS, caleg Partai Golkar Surabaya lapor Bawaslu
Caleg DPRD Surabaya dari Partai Golkar Agung Prasojo. FOTO: istimewa
HEADLINE DEMOKRASI

Suara hilang di TPS, caleg Partai Golkar Surabaya lapor Bawaslu 

LENSAINDONESIA.COM: Calon legislatif (caleg) DPRD Surabaya Dapil 4 dari Partai Golkar Agung Prasojo melaporkan adanya dugaan kecurangan penghitungan suara Pemilu 2019 di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Anggota Komisi C DPRD Surabaya merasa dirugikan atas adanya kecurangan tersebut.

“Saya menemukan adanya kecurangan dalam rekapitulasi suara di TPS. Makanya saya laporkan ke Bawaslu” kata Agung Prasodjo kepada wartawan di kantor Bawaslu Surabaya, Jumat siang (10/05/2019).

Agung yang membawa sejumlah dokumen sebagai bukti temuan kecurangan tersebut ditemui langsung oleh Ketua Bawaslu Surabaya, Hadi Margo Sambodo.

Menurut Agung, kecurangan yang dimaksud adalah mengubah perolehan suara caleg di Dapil 4 Surabaya. Seharusnya perolehan suara Agoeng pada urutan pertama dalam rekapitulasi hasil perolehan suara yakni sebanyak 4.713 suara telah diubah atau dimanipulasi menjadi urutan kedua dalam rekapitulasi hasil perolehan suara yakni menjadi sebanyak 4.692 suara.

Di sisi lain, kata dia, manipulasi rekapitulasi hasil perolehan suara tersebut telah menguntungkan caleg Golkar lain di Dapil 4, yaitu Aan Ainur Rofik.

Seharusnya, lanjut Agung, Ainur Rofiq berada pada urutan kedua dengan perolehan 4.672 suara. Namun dalam dokumen rekapitulasi telah berubah naik menjadi urutan pertama dalam rekapitulasi perolehan suara yakni menjadi sebanyak 4.723 suara.

Agung menilai, kasus ini merupakan pelanggaran pidana sebagaimana yang diatur pada UU 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Pasal 535, bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengubah, merusak, dan/atau menghilangkan hasil pemungutan dan penghitungan suara dan/atau sertifikat hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud dalam pasal 398 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp36 juta.

“Ini kesalahan dari penyelenggara pemilu yang salah dalam melakukan input data dan jika penyelenggara tidak memperbaiki, maka dirinya akan menindaklanjuti dengan melaporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” katanya.

Baca Juga:  Panglima TNI nyatakan keamanan pelantikan Jokowi-Ma'ruf terjaga

Berdasarkan data yang dilaporkan, perubahan dan manipulasi data hasil perolehan suara sejumlah caleg tertentu di sejumlah TPS dalam formulir model DAA.1 di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal.

Agoeng menyebut, diantaranya dugaan pengubahan dan manipulasi terjadi di Kelurahan Putat Jaya terdapat di TPS 30 dan TPS 31. Untuk TPS 30 diketahui formulir C1 tercatat perolehan caleg nomer 1 atas nama Aan Ainur Rofik mendapatkan 0 suara, caleg nomer 2 Supardi mendapatkan 20 suara, caleg nomer 3 Purwati Retnani Sari mendapatkan 0 suara dan caleg nomer 4 Agoeng Prasodjo mendapatkan 1 suara.

Tetapi perolehan suara di dalam formulir model DAA.1 telah diubah dan perolehan suara tersebut menjadi berbeda dari yang ada pada formulir C1 yakni Aan Ainur Rofik menjadi 20 suara, Supardi menjadi 0 suara, Purwati Retnani Sari menjadi 1 suara dan Agoeng Prasodjo menjadi 0 suara.

Sedangkan di TPS 31, pada formulir model C1 tercatat perolehan suara yang sama yakni caleg Aan Ainur Rofik mendapatkan 0 suara, Supardi mendapatkan 27 suara, Purwati Retnani Sari mendapatkan 1 suara.

Tetapi perolehan suara di DAA.1 telah diubah dan perolehan suara tersebut menjadi berbeda dari yang ada pada formulir C1 yakni Aan Ainur Rofik menjadi 27 suara, Supardi menjadi 1 suara, Purwati Retnani Sari menjadi 0 suara.

“Kesimpulan pada TPS 30 dan 31 suara Aan bertambah 47, Supardi hilang 46, Purwati bertambah 2 dan suara saya berkurang 1,” katanya.

Kasus yang sama juga terjadi di enam TPS di Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal meliputi TPS 42, TPS 50, TPS 62, TPS 114, TPS 116 dan TPS 117. Kesimpulan dari enam TPS tersebut, suara Partai Golkar berkurang 84 suara, Caleg Aan bertambah 4 suara, Purwati bertambah 22 suara, Agung berkurang 20 suara, Aslamiyah bertambah 1 suara, Arif hilang 4 suara, Tjandra bertambah 6 suara dan Andrianto hilang 4 suara.@iwan kristiono

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Khofifah: Pesantren sebagai laboratorium perdamaian dunia