Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Wartawan korban bacok di Tanah Merah, diklaim warga sebagai Timses Khofifah
Soeprayitno, tewas di atas dipan usai dibacok 3 pria bersenjata celurit (rofik)
HEADLINE

Wartawan korban bacok di Tanah Merah, diklaim warga sebagai Timses Khofifah 

LENSAINDONESIA.COM: Soeprayitno (53) warga Jl Sidotopo Wetan 198 yang tewas dengan luka bacok di lengan, pinggang dan kaki, disebut-sebut warga sebagai salah satu Tim Sukses Gubernur jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Rahayu warga setempat, korban selama ini sering nongkrong di Samsat Colombo dan Pengadilan Negeri Surabaya. “warga sini tahunya dia ngaku wartawan, sering nongkrong di Samsat Colombo dan Pengadilan,” ucapnya.

Rahayu menambahkan, saat pemilihan Gubernur Jawa Timur, korban juga terlibat sebagai tim sukses Khofifah. “Waktu pemilihan Gubernur, korban jadi timsesnya Ibu Khofifah,” imbuhnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Petugas Polsek Kenjeran dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang memeriksa identitas korban menemukan surat tugas wartawan dari media Surat Kabar Umum ‘Suara Gegana Indonesia’. “Korban tewas dengan luka sabetan senjata tajam di bagian kaki, lengan dan pinggang,” terang salah satu petugas kepada Lensa Indonesia di lokasi kejadian.

Menurut Adi, salah satu saksi mata yang juga warga setempat. Sesaaat sebelum tewas dibacok, Soeprayitno baru saja turun dari masjid usai menjalankan sholat tarawih. “Tadi setelah sholat, korban nongkrong di warung kopi di ujung gang. Tiba-tiba datang tiga orang mengendarai dua motor. Dua orang berbadan tinggi besar dan yang dibonceng mengenakan baju putih,” ujarnya.

“Kedua pelaku yang membawa celurit ini langsung membabi buta membacok tubuh korban. Diserang dari dua arah dengan senjata tajam, korban cuma menangkis sebisanya dengan tiang jemuran lalu roboh tak berdaya. Setelah itu para pelaku langsung kabur dan korban korban tewas bersimbah darah di atas dipan tempat cangkrukan warga.

Hingga berita ini diunggah, polisi belum bisa memastikan motif pembantaian sadis ini. Namun dugaan ada dendam lama terkait lahan parkir dijadikan salah satu petunjuk untuk dilakukan penyelidikan. @rofik

Baca Juga:  Masyarakat harus terus diingatkan untuk mencegah paham radikal terorisme