Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Bakul pentol tewas dalam posisi sujud usai sholat Tarawih
Mohammad Iksan, bakul pentol asal Lamongan, tewas mendadak dalam posisi sujud (rofik)
HEADLINE

Bakul pentol tewas dalam posisi sujud usai sholat Tarawih 

LENSAINDONESIA.COM: Mohammad Ikhsan (50) asal Warukulon RT 02/RW 03, Kecamatan Pucuk, Lamongan, meninggal mendadak di depan rumah makan Podho Trisno Jl Tambak Langon, Surabaya, usai sholat Tarawih, Senin (13/5/2019) sekitar pukul 20.15 WIB.

Korban yang diduga mempunyai riwayat penyakit lambung ini, terjatuh tepat di samping gerobak pentol dagangannya, dengan posisi menyerupai orang sujud.

Sebelumnya, warga sempat menduga bakul pentol ini tewas dibunuh karena dari kepalanya banyak mengeluarkan darah. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Linmas yang diteruskan ke petugas Polsek Asemrowo. “Karena banyak mengeluarkan darah dari kepalanya, kami tidak berani memberi pertolongan. Takutnya korban pembunuhan,” ungkap Saiful warga setempat.

Kanit Polsek Asemrowo AKP Syaiduddin Jupri yang tiba di lokasi, langsung memerintahkan membawa korban ke mamar mayat RSU dr Soetomo untuk dilakukan visum luar. “Setelah dilakukan visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan sehingga sangat kecil kemungkinan jadi korban pembunuhan. Banyaknya darah yang keluar akibat benturan ke aspal,” jelasnya.

Hal tersebut diperkuat keterangan dr Abigail Samsi, dokter forensik RSU dr Soetomo, yang mengklaim tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun luka perlawanan. “Lukanya hanya di bagian kepala akibat benturan keras ke aspal serta sedikit lecet di jarinya. Seandainya ada tindak kekerasan, sudah pasti ada luka lebam di tangannya,” terangnya.

Luka di tangan yang dimaksud, adalah luka lebam akibat perlawanan yang pasti akan timbul pada setiap orang meninggal yang lebih dari 1 jam. “Kalaupun adanya kekerasan, tangan korban pasti mengalami luka lebam yang selalu muncul pada mayat yang sudah 1 jam lebih, sekecil apapun itu,” pungkasnya. @rofik

Baca Juga:  Pasangan suami istri dan seorang balita jadi korban kekerasan Bonek di Surabaya