Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Driver taksi online diringkus polisi saat ambil penumpang cewek
Prasetyo Utomo, driver taksi online yang mencuri mobil lalu digadaikan di Madura (rofik)
HEADLINE

Driver taksi online diringkus polisi saat ambil penumpang cewek 

LENSAINDONESIA.COM: Driver taksi online, Prasetyo Utomo (44) warga Jl Prapen Indah Blok F, disergap petugas Reskrim Polsek Rungkut, saat menerima orderan penumpang perempuan di Jl Polisi Istimewa.

Pria asal Ambon ini, ternyata sudah lama diburu polisi karena menjadi pelaku pencurian mobil Suzuki Ertiga di Perum Gunung Anyar Mas Blok S Rungkut, Surabaya. Saat itu bandit ini sukses beraksi karena menggunakan kunci cadangan saat pemilik mobil sedang sholat Tarawih.

Kanit Reskrim Polsek Rungkut AKP Oloan Manulang mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan, anggotanya langsung terjun ke lapangan memintai keterangan dan mengumpulkan barang bukti.

“Kami kumpulkan barang bukti, termasuk cctv yang ada di sekitar lokasi kejadian. Dan dari keterangan saksi kami dapat mengantongi identitas pelaku yang belakangan diketahui sebagai driver taxi online,” terangnya kepada Lensa Indonesia, Senin (13/5/2019).

Untuk memancing tersangka, Polsek Rungkut menerjunkan polisi wanita (Polwan) untuk memesan taksi online terhadap tersangka yang ditentukan lokasi penjemputan di Jl Polisi Istimewa. “Anggota kami yang melakukan undercover saat itu langsung meminta tersangka berhenti dan menangkapnya,” tambah AKP Oloan.

Saat diperiksa polisi, tersangka mengaku mobil hasil curian tersebut digadaikan kepada Sahri (DPO) warga Bangkalan Madura. Polisi berusaha cepat mengembangkan kasus ini dengan berupaya melakukan penangkapan terhadap nama yang dimaksud. “Saat kami akan melakukan upaya penangkapan, Sahri dapat melarikan diri dan kami tetapkan sebagai DPO. Sedangkan barang bukti kami amankan,” imbuhnya.

AKP Oloan juga menjelaskan, pihak keluarga Sahri waktu itu jadi saksi bahwa Prasetyo Utomo nekat menggadaikan mobil Rp 9 juta dengan dalih meminjam uang untuk pengobatan keluarganya yang mengalami kecelakaan. “Dia mengaku kepada Sahri, mobil tersebut dibuat jaminan hutang. Saat diminta STNK, tersangka terus berkelit dan janji akan mengantar keesokan harinya,” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHP dan diancam pidana maksimal 5 tahun penjara. @rofik