Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kuasa Hukum protes Eggi Sudjana ditangkap saat diperiksa, ini pendapat pakar hukum
DKI

Kuasa Hukum protes Eggi Sudjana ditangkap saat diperiksa, ini pendapat pakar hukum 

LENSAINDONESIA.COM: Pitra Romadoni, pengacara Eggi Sudjana, memprotes penangkapan kliennya saat sedang diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus makar, Selasa (14/5/2019) pagi WIB. Hal itu dianggap sangat janggal.

Menurutnya, Eggi Sudjana masih diperiksa di ruangan penyidik sehingga tak perlu ditangkap karena tak akan lari. “Terhadap hal ini, sangat janggal dan aneh sekali karena penangkapan di ruangan penyidik. Kalau yang namanya penangkapan itu biasanya di luar. Ini nggak ada yang mau lari, dia kooperatif, dia tidak pernah menghindar dari pertanyaan-pertanyaan penyidik,” ungkap Pitra.

“Saat ini beliau (Eggi) belum diperbolehkan pulang sejak dibacakan surat penangkapannya oleh polisi,” sambungnya.

Menanggapi hal ini, pihak Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penangkapan Eggi Sudjana sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “berdasar aturan toh. Penyidik punya waktu 24 jam untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Hal senada juga diutarakan pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho. Menurutnya, apa yang dilakukan polisi memang tak lazim, namun tak salah secara hukum, karena bukti permulaan masih berlanjut. “Meski tidak lazim, posisi polisi kuat. Jadi, apabila penangkapan ini digugat ke praperadilan, saya yakin majelis hakim akan menolaknya. Sebab, syarat formal surat penangkapan, yaitu adanya syarat materiil berupa bukti permulaan. Saya menduga ini bagian dari teknis dan taktis polisi dalam melakukan penyidikan,” paparnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Eggi Sudjana ditangkap berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/1012/V/2019/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019. Berita acara penangkapan ditandatangani pada Selasa 14 Mei 2019 pukul 06.25 WIB. @dc/LI-15

Baca Juga:  Pidato Risma kobarkan semangat Arek Suroboyo saat peringatan insiden perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato