Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Propaganda “people power” yang dihembuskan kubu Prabowo-Sandi menjelang pengumumkan hasil Pipres dan Pileg yang akan dilakukan KPU 22 Mei nanti, mengundang keprihatinan banyak pihak. Sebanyak 140 ulama dan tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Barat, menggelar deklarasi menolak “people power” yang merupakan gerakan makar.

Deklarasi di Mataram, Rabu 15 Mei 2019 ini dilansir viva, perhelatannya dalam bentuk silaturahim Ulama NTB, mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah.”

Ulama NTB ini juga mengajak seluruh ulama di Indonesia untuk memberikan imbauan pada masyarakat menjaga persatuan, dan mendukung penyelenggara pemilu, serta TNI-Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan pasca Pemilu.

Ketua Umum PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir menegaskan keprihatinannya atas banyaknya isu-isu hoaks,pasca pemilu terus bertebaran dan berpotensi memecah masyarakat. Ia minta masyarakat memperkuat persatuan sebagai muslim dan sebagai bangsa Indonesia dalam menangkal isu-isu.

“Islam itu rahmatan lil alamin, mari bersama menjaga jemaah dan memberikan pencerahan, sehingga ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah tetap terjalin dan menjadi semakin erat, mari lupakan dan bergerak maju ke depan menatap masa depan, siapa pun Presiden terpilih,” kata Profesor di depan para ulama yang ikut acara deklarasi.

Deklarasi menolak people power ini, ternyata waktunya bersamaan dengan acara syukuran kemenangan Prabowo-Sandi di NTB. Kedua acara ini juga sama-sama digelar di Kota Mataram.

Walaupun demikian, Para ulama NTB mengajak masyarakat menciptakan situasi kondusif di bulan Ramadhan dan menghindari fitnah yang dapat menimbulkan perpecahan.

Tuan Guru Makmun Yusuf pun meminta masyarakat menjaga persatuan dan tidak terpancing isu yang memecah belah masyarakat. Lanjut Makmun, pemilu sudah melalui prosedur yang baik dan benar. Dinamika terjadi di beberapa tempat masih dalam batas kewajaran.

Hal yang sama juga disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, Tuan Guru L.M. Turmudzi Badaruddin. Dia mengajak masyarakat supaya menghormati yang terpilih Presiden dan Wakil Presiden. Itu sudah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Masyarakat Indonesia, yang ada di bumi tercinta ini, mari kita kembali dari tujuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Siapa yang jadi kita dukung, kita sami’na wa atho’na, kita dengar dan kita taati,” imbaunya. @licom_09