Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kecermatan Pansus DPRD Jatim mengeluarkan rekomendasi menolak Tukar Menukar Asset bangunan milik Pemprov Jatim dengan asset bangunan milik Yayasan Wijaya Kusuma, yang ternyata bersertifikat ganda.

“Saya rasa apa yang dilakukan Pansus itu dengan kehati-hatian yang sangat tinggi, dan kearifan yang tinggi pula. Apalagi, disitu masih anak-anak yang sekolah disitu. Opsi mereka akan dipindahkan kemana itu juga harus diatasi dulu,” kata Khofifah.

Pansus DPRD Jatim Tukar Menukar Asset Pemprov Jatim berupa tanah dan bangunan (Penginapan Remaja) terletak di Jalan Dukuh Kupang XXXV No.52 Surabaya dengan asset milik Yayasan Wijaya Kusuma berupa SMP/SMA Budi Sejati serta SMK Puruhita di Jalan Jagir Wonokromo No.112 Surabaya. Temua sertifikasi ganda untuk asset Yayasan Wijaya Kusuma, setelah tim Pansus melakukan pendalaman.

Gubernur Khofifah mengaku baru mengetahui kalau ada pencatatan ganda, yakni Asset itu masih tercatat sebagai asset Pemkot Surabaya, tapi juga tercatat punya Yayasan Wijaya Kusuma.

Ia juga berharap keputusan atau rekomendasi Pansus agar tukar menukar asset Pemprov Jatim dengan asset yayasan Wijaya Kusuma tidak dilanjutkan, dapat dipahami pihak yayasan.

“Alasannya ya itu tadi karena masih ada dobel pencatatan dan perlindungan terhadap siswa SMP/SMA serta SMK yang ada disana,” pungkas Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.@sarifa