Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Telusuri gang sempit, Risma temui keluarga petugas KPPS yang meninggal
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyusuri gang-gang sempit perkampungan mengunjungi keluarga petugas KPPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia. FOTO: iwan-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Telusuri gang sempit, Risma temui keluarga petugas KPPS yang meninggal 

LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus menepati janjinya untuk mengunjungi semua keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu terus menyisir keluarga-keluarga KPPS yang sedang berduka. Kini, jumlahnya sudah mencapai 15 orang.

Kali ini, Wali Kota Risma takziah ke rumah duka almarhum Agus Riyadi di Tambak Arum VII nomor 8, Surabaya. Agus Riyadi merupakan anggota KPPS di TPS 10 Kelurahan Tambakrejo. Untuk sampai ke rumah duka, Wali Kota Risma tak canggung-canggung meski harus menerobos dan menyusuri gang-gang sempit. Perlahan dia jalan kaki meski kakinya belum sembuh total. Ia kesampingkan sakitnya itu demi mengunjungi warganya yang sedang kesusahan.


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi keluarga petugas KPPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia. FOTO: iwan-LICOM

Tiba di rumah duka, ia ditemui oleh istri almarhum Mukaromah dan kedua anaknya, yaitu Erlan Dwi Firmansyah dan Pamela. Wajah keluarga ini masih belum bisa menyembunyikan kesedihannya. Bahkan, mata sang istri masih sembab. Saat itu, Wali Kota Risma nampak ikut bersedih. Selaku pemimpin dan perwakilan pemerintah, ia pasti turut merasakan betapa sedihnya ditinggalkan seorang Bapak yang merupakan salah satu tulang punggung keluarganya.

“Panjenengan (anda) saya carikan pekerjaan di Rumah Sakit Soewandhi. Di sana itu kan agak siang masuknya, jadi mungkin lebih enak. Kalau Pamela nanti SPP nya kita bantu sampai lulus,” tegas Wali Kota Risma saat mengunjungi rumah duka, Kamis (16/5/2019).

Atas perhatian Wali Kota Risma, anak almarhum Agus Riyadi, yaitu Erlan Dwi Firmansyah, mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang sangat peduli terhadap keluarganya. Ia mengaku sangat bersyukur diajak kerja di Linmas. “Saya sangat bersyukur nanti bisa kerja di Linmas, sehingga nanti tidak perlu PP Surabaya-Sidoarjo lagi. Mungkin ini rejeki orang tua juga, meskipun sudah meninggal,” ujarnya dengan suara lirih.

Baca Juga:  Bahas penguatan neraca perdagangan, Presiden ingatkan para menteri fokus terobosan tekan defisit
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyusuri gang-gang sempit perkampungan mengunjungi keluarga petugas KPPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia. FOTO: iwan-LICOM

Ucapan syukur dan terimakasih sebesar-besarnya juga disampaikan oleh Pamela yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Setelah orang tuanya meninggal, ia khawatir tidak akan bisa sekolah hingga lulus SMA. Namun, dengan kedatangan Wali Kota Risma, harapan untuk melanjutkan sekolah hingga lulus masih ada harapan. Ia pun mengaku akan terus semangat belajar demi meraih cita-citanya. “Terimakasih sebanyak-banyaknya Bu, sangat membantu meringankan beban kami, apalagi setelah tidak ada ayah. Sekarang saya sudah tidak khawatir lagi untuk sekolah sampai lulus, karena sudah ada bantuan dari Wali Kota Risma, terimakasih Bu,” katanya sambil matanya berkaca-kaca.

Sebelumnya, Wali Kota Risma sudah mengunjungi beberapa keluarga petugas KPPS yang meninggal. Beberapa diantaranya diberi pekerjaan dan anaknya disekolahkan sampai lulus. Bahkan, sebagian ada yang ditawari tempat tinggal baru di rumah susun bagi yang masih kontrak dan tidak punya tempat tinggal.@wan

CAPTION: 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyusuri gang-gang sempit perkampungan mengunjungi keluarga petugas KPPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia. FOTO: iwan-LICOM