Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi besaran penurunan harga tiket pesawat. Besaran harga tersebut dinilai belum stabil untuk kepentingan publik.

Belum maksimalnya penurunan besaran harga itu, menurut Bamsoet, ditunjukkan dari merosotnya jumlah penumpang angkatan udara. Hal ini jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan darat melonjak sampai 30 persen. Oleh sebab itu, DPR meminta Kemenhub mengevaluasi penurunan besaran harga.

“Evaluasi besaran penurunan tarif batas atas tiket pesawat terbang. Sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat,” ujar Bamsoet, Jumat (17/5).

Bamsoet berpendapat, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama instansi atau lembaga terkait dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) diminta untuk duduk bersama guns melakukan pembahasan evaluasi bersama terkait besaran penurunan tarif batas atas tiket pesawat.

Hal ini pun dinilai mendesak dan lantaran tiket pesawat pada akhir tahun kerap mengalami peningkatan drastis.

Berdasarkan kenaikan harga tiket pesawat dari Desember 2018 -Januari 2019, kenaikan harga mencapai 50 sampai 60 persen. Sedangkan penurunan tarif batas atas tiket pesawat yang dirumuskan Kemenhub hanya 12 sampai 16 persen.

Jika harga tiket masih belum stabil, dikhawatirkan masalah ini juga akan merugikan industri penerbangan nasional. Maka itu, DPR RI mendorong pemerintah untuk secara berkala melakukan evaluasi dan terus melakukan upaya-upaya yang dapat mendukung industri penerbangan nasional.

“Sehingga potensi masalah atau isu dapat diidentifikasi lebih awal,” terangnya.

Pemerintah tetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12 persen sampai 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen ini akan dilakukan pada rute-rute ramai seperti rute-rute di daerah Jawa. Sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Tarif Angkatan Udara, Senin, di Jakarta.@licom