Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hari ini Amien Rais akan diperiksa polisi terkait kasus makar
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. FOTO: istimewa
HEADLINE DEMOKRASI

Hari ini Amien Rais akan diperiksa polisi terkait kasus makar 

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais hari ini akan diperiksa penyidik subdit keamanan negara (subditkamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana.

“Iya diagendakan untuk diperiksa hari ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Senin (20/05/2019).

Argo mengatakan, pemeriksaan terhadap Amien dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Namun, pihaknya belum menerima informasi kehadiran mantan Ketua MPR RI itu.

“Agenda pemeriksaanya pukul 10.00 WIB, tapi kami belum dapat memastikan kehadirannya. Kita tunggu saja,” ujar Argo.

Sebelumnya polisi menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019 lalu.

Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.

Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.

Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.

“Dalam penyidikan harus ada surat perintah penangkapan,” tutur Argo.

Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak bisa menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.

Eggi juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.

Kemudian, pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan.

Baca Juga:  Tanggulangi negatif internet, Kominfo gelar Siberkreasi Netizen Fair 2019

Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. “Kasus makar itu ancamannya seumur hidup,” pungkas Argo.@LI-13