LENSAINDONESIA.COM: Aris, orang tua bocah 5 tahun, Bunga (nama samaran), yang menjadi korban penculikan yang dilakukan Sintia Sari, mengaku heran atas tindakan oknum Reskrim Polres Metro Bekasi.

Menurutnya, laporan yang dilakukan ke Polres Metro Bekasi pada 17 Mei lalu dalam kasus penculikan terhadap sang buah hati, kurang mendapat tindakan atau respon konkrit. Akhirnya, dia berinisiatif melakukan pengejaran sendiri terhadap pelaku hingga ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Kami sudah melaporkan kasus penculikan putri kami. Namun polisi tidak ada tindakan nyata. Padahal kami sudah memberikan foto bahkan nomor ponsel pelaku,” terangnya di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Setelah mendapat informasi pelaku melakukan perjalanan melalui kapal laut, kami berinisiatif melakukan pengejaran dengan mencegat di Pelabuhan Tanjung Perak,” tambahnya.

Upaya Aris akhirnya membuahkan hasil setelah bekerjasama dengan otoritas Pelabuhan Tanjung Perak. Pelaku dapat diamankan dan diserahkan ke polisi setempat. “Kami langsung berkoordinasi dengan Polisi setempat untuk melakukan pengamanan,” ujarnya lebih lanjut.

Usai melakukan penangkapan terhadap pelaku, Aris lantas berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Metro Bekasi, namun dirinya mengaku mendapat respon kurang prosfesional. “Saat saya berkoordinasi, ada oknum minta uang transportasi dengan alasan tidak ada anggaran yang diberikan negara,” paparnya.

“Disini saya heran, saya sebagai korban sudah melaporkan tindakan penculikan, tapi setelah saya amankan sendiri pihak kepolisian minta uang transport. Saya ini berkoordinasi dengan aparat hukum apa pedagang pasar,” cetusnya dengan nada kesal.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anugara melalui Kanit PPA menyatakan, pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaku dan korban, dan akan berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi. “Laporannya sendiri ke Polres Metro Bekasi, disini kami hanya mengamankan dan akan melakukan berkoordinasi untuk proses hukumnya disana (Bekasi),” ucapnya singkat. @rofik