LENSAINDONESIA.COM: MR asal Buduran Sidoarjo, diringkus petugas Unit jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya dalam kasus dugaan penghasutan ‘People Power’, Selasa (21/5/2019).

Kanit Jatanras Iptu Giadi menjelaskan, MR diduga kuat sebagai pelaku yang mengunggah postingan tentang hasutan people power. “Unit Cyber Tipiter mendapat salah satu postingan yang mengajak dan menghasut ikut serta dalam gerakan people power. Kita tahu sendiri bahwa gerakan ini secara konstitusi melanggar,” ulasnya.

Dalam pemeriksaan, MR mengaku mengunggah postingan itu karena ingin membangkitkan semangat pendukung salah satu paslon Presiden untuk berangkat ke Jakarta, walaupun dirinya sendiri tak punya niatan untuk ikut bergabung dalam aksi tersebut.

MR juga mengaku postingan yang diunggah di akun pribadinya itu didapatkan melalui WhatsApp. Dirinya hanya sekedar meneruskan dan tidak tahu pasti siapa penulis asli postingan hasutan tersebut. “Pelaku pada dasarnya hanya memforward dari salah satu grup WhatsApp yang juga dia tidak kenal. Dia main upload saja tanpa membaca jelas isinya apa,” sambung Iptu Giadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MR kini menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya dan statusnya masih sebagai saksi.

MR terancam dijerat Pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 163 bis KUHP dan atau Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 atas Perubahan Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Masih kami dalami dulu. Untuk sementara statusnya masih sebagai saksi,” pungkas Iptu Giadi.

Sementara MR kepada awak media mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia menyebut dirinya cuma simpatisan salah satu paslon Presiden dan tidak terikat pada sebuah partai ataupun relawan. Tujuannya mengunggah itu juga hanya untuk memberikan semangat kepada paslon idolanya.

“Saya memohon maaf kepada pihak kepolisian dan grup-grup di Facebook maupun di WhatsApp. Saya menyesal sekali dalam kasus ini dan saya mohon maaf kepada temen-teman yang mem-posting sebaiknya dihentikan postingan seperti itu,” tukasnya. @rofik