Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memperkirakan akan terjadi kenaikan calon penumpang bus saat mudik Lebaran 2019 nanti.

Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin mengatakan kenaikan jumlah calon pemudik jalur darat ini karena sudah tersambungnya Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Probolinggo.

“Banyak masyarakat yang menggunakan bus karena dampak dari selesainya jalan tol. Kami melihat Jakarta-Surabaya kini dipastikan dapat ditempuh 10 jam,” ujar usai Apel Gelar
Pasukan Angkutan Lebaran di depan Kantor Dishub Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (23/05/2019).

Menurutnya dengan perhitungan waktu tempuh yang semakin cepat itu para pemudik bakal banyak yang memilih menggunakan armada bus untuk mudik 2019.

Hal tersebut juga diketahui berdasarkan data dari perusahaan otobus yang mulai melayani peningkatan pemesanan tiket. “Khususnya yang melayani tujuan jarak jauh,” katanya.

Dari hasil rapat kesiapan mudik antara Pemprov Jawa Timur dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan di Grahadi awal bulan lalu disebutkan, mudik tahun ini sebanyak 5.901 armada bus semua jurusan siap melayani calon penumpang. Jumlah tersebut diharapkan mampu melayani sekitar 3,38 juta calon penumpang yang akan mudik menggunakan bus.

“Karena sudah banyak yang melapor dari pihak bus itu ada peningkatan, oleh karenanya kami siapkan antisipasi dengan menambah jumlah armada (bus),” jelas dia.

Lebih lanjut dikatakan, peningkatan arus mudik mulai terlihat diperkirakan H-7 atau tanggal 29 Mei 2019. Untuk itu secara berkala nantinya Dishub Jatim akan terus melakukan ramp check (inspeksi keselamatan) untuk persiapan dan pelayanan moda transportasi arus mudik dan balik Lebaran 2019.

“Ramp check ini tidak hanya dilakukan kepada moda transportasi saja. Tapi dilakukan juga cek kesehatan terhadap sopir bus di Terminal tipe B atau di posko-posko yang sudah disediakan. Kami juga kerjasama dengan Dinas Kesehatan di masing-masing kabupaten/kota,” imbuh mantan Asisten II Setdaprov Jatim ini.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 27 rest area di terminal tipe B se-Jatim. Nantinya posko-posko ini ada juga yang dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Otoritas Bandara Internasional Juanda dan di jembatan timbang milik Kementerian Perhubungan.

“Kami menyediakan posko atau rest area Lebaran di 27 titik, yakni di terminal tipe B se-Jatim. Dan semuanya sudah siap. Posko-posko ini diatur dengan pengelola dan kewenangannya. Untuk yang di jalan tol, mulai dari Ngawi sampai Probolinggo. Kemudian dari Surabaya sampai Malang,” urai Fattah.

Sejumlah fasilitas yang ada di rest area, di antaranya tempat istirahat, mushola, kamar mandi yang bersih, area bermain anak-anak dan ruang cek kesehatan ringan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengajak kepada seluruh aparatur, mulai jajaran Kepolisian, Dishub dan semua lini mengutamakan keterpaduan menghadapi persiapan maupun perayaan Idul Fitri 1440 H.

Ia mengatakan dengan mengutamakan keterpaduan antar semua lini yang kuat akan tercipta layanan terbaik bagi masyarakat sehingga mudik terasa nyaman, aman dan tentram ketika bertemu silaturahim dengan sanak saudara.

Khofifah mengatakan keterpaduan dalam penyiapan layanan-layanan teknis, seperti ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), listrik dan kesehatan juga harus diperkuat lagi.

“Kami akan berkoordinasi menyiapkan motor yang dimodifikasi alat BBM untuk bisa jemput bola membantu kendaraan yang membutuhkan di area tol. Juga, telah berkoordinasi dengan PLN untuk menyiapkan gardu listrik mobile yang dipersiapkan jika terjadi sesuatu,” papar gubernur.

Ia berharap agar kawasan rumah ibadah baik masjid maupun mushola di sepanjang titik-titik ramai juga bisa ditambahkan layanan kesehatannya.

“Berdasarkan pengalaman mudik yang pernah saya lakukan, tempat rest area favorit yang biasa digunakan pemudik adalah masjid dan mushola. Biasanya mereka istirahat sambil menunggu waktu untuk sahur dan berbuka. Maka, pelayanan kesehatan disinilah bisa ditambahkan,” pesan orang nomor satu di Jatim itu.@sarifa