Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dicecar 37 pertanyaan, Amein Rais buku (Jokowi) people power
Amien Rais wawancara dengan wartwan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. FOTO: medcom/Siti Yona Hukmana
HEADLINE DEMOKRASI

Dicecar 37 pertanyaan, Amein Rais buku (Jokowi) people power 

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Amien diperiksa selama hampir 10 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) keluar ruang penyidik sekitar pukul 20.41 WIB. Ia dicecar dengan 37 pertanyaan terkait dugaan makar Eggi Sudjana.

Kepada wartawan usai pemeriksaan, Amien mengaku, menyampaikan kepada penyidik bahwa people power tidak ada kaitannya dengan upaya menjatuhkan pemerintah atau kepala negara. Menurut dia, people power hal biasa.

“People power itu enteng-entengan. Jadi bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden. Sama sekali bukan,” katanya di Polda Metro Jaya, Jumat (24/05/2019).

Menurut Amien, people power sah-sah saja sebab diatur dalam undang-undang selama tidak merugikan negara dan menimbulkan kehancuran.

“Saya mengatakan people power itu konstitusional, demokratis dan dijamin oleh HAM. Gerakan rakyat yang sampai menimbulkan kerugian, bentrok, atau kehancuran bagi negara itu jelas enggak boleh,” tutur Amien.

Saat datang ke Mapolda Amien Rais juga membawa buku berjudul Jokowi People Powerdi Polda Metro Jaya. Buku tersebut ia tunjukkan kepada Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara (Subditkamneg) Ditreskrimum saat bersaksi untuk tersangka dugaan makar Eggi Sudjana.

“Saya bawa buku (Jokowi) People Power,” kata Amien saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk melaksanakan salat Jumat. Ia enggan banyak bicara terkait maksud buku yang ia bawa.

Selain Amien, penyidik telah memeriksa saksi lainnya untuk kasus dugaan makar Eggi. Yakni mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho.

Baca Juga:  FKPPI Jatim prihatin acara GM FKPPI di Blitar diwarnai info tak valid di media massa

Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan pemberitaan di media daring.

Penyidik juga memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.

Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi, Selasa, 14 Mei 2019. Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.

Eggi juga mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.

Eggi ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya untuk 20 hari ke depan.

Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.@LI-13