Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
GP Ansor Jombang seruhkan untuk merajut kembali persatuan Indonesia
Jombang

GP Ansor Jombang seruhkan untuk merajut kembali persatuan Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilihan umum 2019. Perbedaan yang terjadi seyogyanya dirajut kembali dengan makna persatuan Indonesia, Jumat (24/05/2019).

Atas terpilihnya Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam perhelatan Pilpres 2019 diharapkan benar-benar membawa berkah bagi rakyat. Kemenangan paslon nomor urut 01 itu diketahui setelah KPU pusat mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di 34 provinsi, Senin (21/5/2019) dini hari.

“Dalam hasil akhir perhitungan tersebut pasangan calon nomer urut 01 Jokowi – Ma’ruf meraup 55,5 persen suara, sedangkan paslon nomor 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mendapatkan 44,5 persen.” Selamat bagi beliau Bapak Jokowi dan KH Makruf Amin, semoga amanah dan berkah,” ucap Gus Antok Ketua GP Ansor Jombang.

Gus Antok berharap, kepada pasangan terpilih Jokowi-Ma’ruf benar-benar melaksanakan program yang sudah dicanangkan yang menjadi prioritas kepemimpinannya nanti. Sehingga menjadi maslahat dan ekonomi masyarakat indonesia dari Sabang sampai Merauke menjadi sejahtera, serta bangsa Indonesia juga semakin disegani di kancah internasional.

Selain itu, Ketua GP Ansor Jombang dua periode ini memberikan support dan apresiasi kepada KPU yang telah melaksanakan proses pemilu dan pilpres sesuai dengan tahapan dan mekanisme.

“Kami sangat mengapresiasi dan sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu,” tuturnya.

Terkait adanya kasak kusuk upaya gerakan inskonstitusional atau pihak-pihak yang menolak hasil pilpres. Menurut Gus Antok merupakan langkah yang tidak patut, seyogyanya kalau ada pihak yang tidak setuju dengan hasil pilpres, selayaknya menempuh jalur konstitusional yakni melalui kanal hukum. Bukan sebaliknya, melakukan aksi anarkhis secara jalanan.

“Kita ini negara hukum. Kalau ada permasalahan sudah selayaknya diselesaikan dalam bingkai konstitusi, bukan dengan cara anarkhi. Usai Pemilu ini, mari kita bersama-sama merajut kembali persatuan. Sehingga tidak ada lagi 01 atau 02. Yang ada ialah 03 yakni persatuan Indonesia,” pungkas alumnus Magister Universitas 17 Agustus Surabaya.@Obi

Baca Juga:  Kemenristekdikti tunjuk UMM jadi tuan rumah kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2019