Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Tiga PK cabut mosi tidak percaya pada Ketua DPD Golkar Surabaya
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni
HEADLINE DEMOKRASI

Tiga PK cabut mosi tidak percaya pada Ketua DPD Golkar Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni menganggap mosi tidak percaya tujuh Pengurus Kecamatan (PK) dan surat peringatan ke-3 (SP 3) DPD Partai Golkar Jawa Timur kepada Ketua DPD Golkar Surabaya Blegur Prijanggono adalah hal biasa dalam dinamika politik.

Menurutnya, polemik yang jadi di Partai Golkar Surabaya saat ini sudah meredah, dan tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Apalagi, kata dia, dari tujuh PK yang sebelumnya menyatakan mosi tidak percaya, tiga diantaranya yang sudah mencabut pernyataan.

Tiga PK yang mencabut mosi tidak percaya itu diantaranya Kenjeran, Semampir dan Pabean Cantikan.

“Tiga PK itu sudah ketemu dan menyatakan mencabut pernyataan,” ungkapnya kepada lensaindonesia.com, Minggu malam (17/05/2019).

Terkait Blegur Prijanggono yang mendapat SP 3 dari DPD Partai Golkar Jatim, Toni menyebut, surat peringatan itu menjadi bahan untuk melakukan pembenahan internal partai menjadi lebih baik.

“Sebenarnya tidak hanya DPD Golkar Surabaya yang menerima SP itu, (DPD Golkar) daerah lain juga ada yang menerima (SP). Tentunya itu menjadi bahan untuk lebih baik. Pembinaan di partai istilahnya. Ya tentunya Ketua (Blegur Prijanggono) tujuanya membesarkan partai dan menginginkan semua calegnya jadi,” kata pria yang terpilih sebegai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 ini.

Toni juga membantah informasi yang menyebut bahwa Ketua DPD Golkar Surabaya Blegur Prijanggono mendapat SP 2 dan 3 karena tidak memberikan data C1 kepada para calegnya.

“Tidak begitu. Semua caleg diperbolehkan mengambil soft copy C1 melalui hardisk. Pertanyaanya kenapa caleg tidak mau menyerahkan hardisk untuk meng-copy,” jelasnya.

Mengenai permasalahan saksi Pemilu 2019 dari PK yang tidak dipakai oleh Blegur, Toni menyampaikan bahwa hal itu dilakukan karena ada kaitannya dengan kebijakan partai terkait strategi pemenangan pemilu.

Baca Juga:  FKPPI jadi korban opini kerusuhan Papua

“Kalau yang asli tentunya itu kebijakan partai terkait strategi. Apalagi yang mau ditanyakan, soal saksi yang katanya tidak ada di semua TPS? Kalau soal saksi Golkar prosentase kehadiran 84,9 persen di lokasi. Itu berdasarkan kinerja hasil pendataan data,” jawabnya.@iwan

CAPTION: Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni. FOTO: istimewa