Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Anggap mosi tidak percaya sebagai people power, ketua Golkar Surabaya dikritik
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Blegur Prijanggono. Foto: Iwan-lensaindonesia.com
HEADLINE DEMOKRASI

Anggap mosi tidak percaya sebagai people power, ketua Golkar Surabaya dikritik 

LENSAINDNESIA.COM: Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono yang menyebut tindakan tujuh Pengurus Kecamatan (PK) yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap dirinya sebagai ‘people power kecil’ menuai kritik dari internal partainya.

Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Surabaya, Bidot Suhariyadi mengatakan, Blegur keliru telah memilih diksi.

“Saya tidak tahu apakah penyataan itu serius atau goyonan. Tatapi saya kira Pak Blegur keliru memilih diksi dan kurang bisa memaknai arti people power. People power itu gerakan massa dengan tujuan melakukan perubahan kekuasaan di luar cara konstitusional Artinya sebuah perlawanan secara tidak sah,” kata Bidot kepada lensaindonesia.com Senin malam (27/05/2019).

Menurut Bidot, mosi tidak percaya para pengurus PK tersebut didasari ketidakpuasan atas kempemimpinan ketuanya.

“Teman-teman PK itu menyatakan mosi tidak percaya karena didasari ketidakpuasan karena dalam organisasi aspirasinya tidak pernah diakomodir. Lantas apakah aspirasi PK ini dianggap keliru?. Mereka menyampaikan aspirasi melalui prosedur yang benar. Belum berdemonstrasi turun ke jalan,” ujar Bidot.

“Menurut saya, mosi tidak percaya yang dilakukan teman-teman PK ini adalah bukti mereka memiliki semangat dalam berorganisasi, utamanya membesarkan Partai Golkar. Ini harus ditanggapi secara positif. Bukan diabaikan sehingga DPD Golkar Jawa Timur sampai mengeluarkan SP (surat peringatan),” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PK Kecamatan Sawahan Agus ‘Cucuk’ Pudji menyampaikan, mosi tidak percaya yang dilakukan tujuh PK ini bukan didasari permasalah pribadi di internal pengurus. Namun, hal wujud ketidakpuasan pengurus tingkat kecamatan terhadap kebijakan pimpinan, dalam hal ini adalah Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono.

“Kami ini dalam satu wadah organisasi. Mosi tidak percaya itu kami lakukan semata-mata karena kami ingin berkontribusi memenangkan partai golkar. Jadi ini murni aspirasi, bukan masalah pribadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya serahkan bantuan delapan kepala keluarga korban kebakaran

Menurut Cucuk, tujuh PK ini pun tidak ‘ujuk-ujuk’ melakukan mosi tidak percaya. Namun, persoalan yang berujung tidakan mosi tidak percaya itu sebelumnya telah disampikan dalam forum-forum di DPD Partai Golkar Surabaya.

“Kita juga nggak langsung menyatakan mosi tidak percaya kok. Misalnya persoalan penghimpunan saksi Pemilu 2019, para PK sebelumnya sudah menyampaikan di dalam forum rapat DPD II. Jadi mosi tidak percaya ini karena didasari ketidakpuasan pengurus PK terhadap keputusan atau kepemimpinan ketua (Blegur Prijanggono). Jadi yang kami lakukan ini sifatnya koreksi, tidak ada tujuan lain,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono mengatakan, mosi tidak percaya pengurus PK itu hanyalah dinamika kecil dalam politik yang tidak perlu disikapi terlaku dalam.

“Itu seperti people power kecil. Tidak ada masalah dan yang harus ditanggapi,” ujarnya saat dihubungi lensaindonesia.com, Minggu malam (26/05/2019).

Blegur tidak ingin berkomentar lebih jauh terkait polemik di internal partainya. Sebab, kata dia, saat ini situasinya sudah tidak seperti semula, karena sebanyak tiga PK sudah menyatakan mencabut pernyataan tersebut.

Pria yang terpilih sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 ini juga enggan berkomentar mengenai dokumen C1 Pemilu 2019 yang dipermasalahkan beberapa caleg DPRD kota Surabaya.

“Tidak perlu diperpanjang lagi. Sekarang yang penting bagaimana membahas partai kedepan setelah Pemilu,” tuturnya.@LI-13

CAPTION: Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono. FOTO: dok.LICOM