Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Disebut sudah cabut mosi tidak percaya, PK Partai Golkar Surabaya: 100 persen hoax!
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni
HEADLINE DEMOKRASI

Disebut sudah cabut mosi tidak percaya, PK Partai Golkar Surabaya: 100 persen hoax! 

LENSAINDONESIA.COM: Tiga Pengurus Kecamatan (PK) membantah telah mencabut mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono.

Pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan ini menegaskan, penyataan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni yang menyebut tiga dari tujuh PK telah mencabut mosi tidak percaya adalah hoax (bohong).

Sebelumnya, Arif Fathoni tiga dari tujuh PK sudah mencabut pernyataan mosi tidak percaya terhadap Blegur Prijanggono. Tiga PK tersebut diantaranya Kenjeran, Semampir dan Pabean Cantikan.

“Tidak ada PK yang mencabut mosi tidak percaya-nya. Kami sudah menghubungi satu persatu masing-masing PK. Semuanya menjawab tidak (tidak mencabut mosi),” tegas Choirul Tjatur, Ketua PK Karang Pilang kepada lensaindonesia.com di Surabaya, Senin malam (27/05/2019).

Sebagai bukti Tjatur pun menunjukkan short message Whatsapp dari Ridho Ketua PK Kecamatan Pabean Cantika yang menyatakan bahwa pernyataan Arif Fathoni di media bahwa tiga PK mencabut mosi adalah ‘100 persen hoax’.

“Ini buktinya, saudara Ridho mengatakan pernyataan Arif Fathoni di media bahwa tiga PK mencabut mosi adalah ‘100 persen hoax!’.” kata Tjatur sambil menunjukkan pesan singkat via Whatsapp dari Ridho di ponselnya.

Sama halnya dengan Ridho, lanjut Tjatur, saudari Arum Ketua PK Kenjeran dan Ibu Tri Ketua PK Kecamatan Semampir juga menyatakan tidak mencabut mosi tidak percaya-nya pada Ketua DPD Golkar Surabaya.

“Bila dibilang sudah bertemu dengan tiga PK itu, ketemunya kapan dan dimana? Lalu buktinya apa tiga PK itu telah mencabut mosi-nya. Mosi tidak percaya kemarin kita satu paket, tidak sendiri-sendiri, jadi tidak mungkin teman-teman tiga PK itu mencabut mosi secara sepihak. Anda boleh klarifikasi langsung pada tiga PKtersebut bila ingin tahu kebenaranya,” jelas Tjatur.

Baca Juga:  FKPPI jadi korban opini kerusuhan Papua

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Surabaya, Bidot Suhariyadi meminta Arif Fathoni tidak terburu-buru mengeluarkan statemen sebelum memastikan kebenaranya.

“Mas Arif Fathoni itu sahabat saya. Saya berharap dia hati-hati dalam berkomentar di media. Ya kabulau tiga PK itu benar-benar sudah mencbut mosi, kalau tenyata belum kan fatal, bisa dianggap bohong, kasihanlah para PK. Saya kira Mas Arif tahu Undang-Undang ITE,” ucap Bidot.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bappilu DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni menganggap mosi tidak percaya tujuh Pengurus Kecamatan (PK) dan surat peringatan ke-3 (SP 3) DPD Partai Golkar Jawa Timur kepada Ketua DPD Golkar Surabaya Blegur Prijanggono adalah hal biasa dalam dinamika politik.

Menurutnya, polemik yang jadi di Partai Golkar Surabaya saat ini sudah meredah, dan tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Apalagi, kata dia, dari tujuh PK yang sebelumnya menyatakan mosi tidak percaya, tiga diantaranya yang sudah mencabut pernyataan.

Tiga PK yang mencabut mosi tidak percaya itu diantaranya Kenjeran, Semampir dan Pabean Cantikan.

“Tiga PK itu sudah ketemu dan menyatakan mencabut pernyataan,” ungkapnya kepada lensaindonesia.com, Minggu malam (17/05/2019).

Mosi tidak percaya ini dilakukan karena Blegur dianggap tidak melibatkan sejumlah PK untuk pemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2019.

Tujuh pengurus PK yang menyatakan mosi tidak percaya itu diantaranya PK Karang Pilang, Kenjeran, Sambikerep, Sawahan, Tandes, Semampir dan Pabean Cantikan.@LI-13

CAPTION: Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni. FOTO: Istimewa