Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Berharap kasusnya dihentikan, Eggi Sudjana cabut gugatan praperadilan
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana. FOTO: istimewa
HEADLINE DEMOKRASI

Berharap kasusnya dihentikan, Eggi Sudjana cabut gugatan praperadilan 

LENSAINDONESIA.COM: Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana mencabut gugatan praperadilan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pengacara Eggi, Abdullah Alkatiri menyampaikan, pencabutan gugatan praperadilan terkait perihal penetapan tersangka Eggi Sudjana ini dilakukan karena ingin menggunakan cara persuasif dengan pihak kepolisian. Misalnya, melaporkan ke Wasidik dan Irwasum untuk segera melakukan gelar perkara. Sebab, ia yakin kasus ini berakhir sesuai harapan.

“Nantinya kami harap ada jawaban bahwa (kasus) tidak dilanjutkan karena fakta-fakta, argumentasi kita nanti kita akan sampaikan di gelar perkara itu,” kata Abdullah Alkatiri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/05/2019).

Pengacara Eggi ingin mengupayakan kliennya dapat bebas melalui gelar perkara.

“Maksudnya kita masih berharap untuk digelarperkarakan di kepolisian. Kami sudah melakukan laporan ke Wassidik dan Irwasum dan sebagainya untuk digelarkan (gelar perkara). Dan kami yakin tidak semua level di kepolisian sepakat dengan penyidik itu keyakinan kami,” ujarnya.

Pengacara berharap, lewat gelar perkara, kasus Eggi bisa dihentikan. Pihak pengacara akan menyampaikan unsur-unsur pidana dalam gelar perkara itu tak terpenuhi.

“Ya tidak dilanjutkan. Untuk tidak dilanjutkan karena fakta fakta, argumentasi kita nanti kita akan sampaikan di gelar perkara itu,” sambung Alkatiri.

Sementara itu, pengacara Eggi Sudjana lainnya, Pitra Romadoni, menyebut pihaknya ingin melakukan pendekatan kepada kepolisian. Dia menyebut kasus Eggi tidak termasuk makar.

“Karena terhadap kasus Bang Eggi ini adalah bukan kasus yang serius, ini adalah kasus yang biasa biasa saja atau enteng-entengan, ini tidak makarlah karena beliau hanya berpendapat yang diatur Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Pasal 28e ayat 23 dan UUD 1945. Jadi pencabutan hari ini adalah keputusan tim bersama kawan-kawan atas persetujuan klien kami, dokter Eggi Sudjana juga,” ujar Pitra.@LI-13

Baca Juga:  KAHMI siapkan draf kajian Revisi UU Pemilu

CAPTION: 
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana. FOTO: istimewa