Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kivlan Zen ditahan, senjata api ilegal berkaitan dengan tersangka rusuh 22 Mei?
Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI, Kivlan Zen. FOTO: merdeka/Iqbal S Nugroho
HEADLINE DEMOKRASI

Kivlan Zen ditahan, senjata api ilegal berkaitan dengan tersangka rusuh 22 Mei? 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Saat ini, Kivlan ditahan di Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan selama 20 hari kedepan untuk keperluan penyidikan.

Sebelum ditetepkan sebagai tersangka kepemilikan sejata api ilegal dan ditahan, Kivlan juga sempat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Kivlan ditangkap berdasarkan pengembangan dari enam tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang sebelumnya sudah ditangkap pada aksi 22 Mei 2019. Enam orang tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Enam orang tersangka ini diduga menunggangi demonstrasi penolak hasil pemilihan umum (Pemilu) di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa, 21 Mei 2019, dan Rabu, 22 Mei 2019.

Dari kelompok tersebut, kepolisian menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api diantaranya rakitan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal memaparkan para tersangka menerima perintah untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus itu.

Kuasa hukum Kivlan, Suta Widhya menyampaikan, kliennya ditahan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan.

Menurutnya, polisi mempunyai alat bukti cukup terkait kepemilikan senjata api ilegal oleh Zivlan.

Suta memastikan klienya akan ikuti proses hukum yang berlaku.

“Sebetulnya tidak ada alasan untuk menahan. Tapi kita ikuti prosedur dulu. Dia (Kivlan) seorang patriot ya, seorang patriot tidak akan mundur,” lanjut Suta.

Suta menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk membebaskan kliennya. Dia mengupayakan langkah hukum.

“Kita minta orang-orang yang bisa memberikan kesaksian. Sebab nanti seperti sebelum ke persidangan, kita upayakan ini bebas, Dalam waktu 20 hari kita upayakan beliau bebas,” ujar dia.@LI-13

Baca Juga:  UMM dan BCA persiapkan mahasiswa hadapi revolusi industri 4.0

CAPTION: 
Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI, Kivlan Zen. FOTO: merdeka/Iqbal S Nugroho