Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Diduga korban jambret, Sama’ati tewas jatuh dari motor
Jenazah Sama'ati saat dievakuasi di Jl Raya Kupang Indah, Surabaya, Minggu siang (02/05/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Diduga korban jambret, Sama’ati tewas jatuh dari motor 

LENSAINDONESIA.COM: Sama’ati (35) warga Jl Tambak Mayor Utara RT 007/004, Asemrowo, Surabaya yang diduga menjadi korban penjambretan tewas di Jl Raya Kupang Indah, tepatnya depan Hotel Verwood, Surabaya, Minggu (02/05/2019) sekitar pukul 14.27 WIB.

Perempuan yang berkerja sebagai asisten rumah tangga di perumahan Graha Family ini meregang nyawa karena terajuh dari motor Honda BeAT bernopol W 4715 SJ yang dikendarainya.

Korban meninggal ditempat kejadian perkara (TKP) dengan luka parah di bagian kepala.

Muhlimin adik ipar korban saat ditemui di RSUD Dr Soetomo menyatakan, dirinya mendapat informasi dari Santos anggota Polsek Sukomanunggal yang menyatakan kakaknya menjadi korban penjambretan.

“Tadi pihak polisi mengatakan, kalau kakak saya menjadi korban jambret. Pelakunya menggunakan motor Susuki Satria FU 150 warna Ping, yang tanpa menggunakan nomor polisi,” ungkapnya.

Dingkapkan Muhlimin, kakaknya yang telah 20 tahun berkerja sebagai asisten rumah tangga tersebut selama ini tidak pernah ngebut bila mengendarai motor. Karena itu, ia heran saat melihat luka parah (pecah) dibagian kepala kakaknya. Karena itu ia merasa yakin kakaknya menjadi korban penjabretan.

“Kakak saya itu kalau naik motor nggak pernah kencang, kalaupun jatuh lha lukanya kok sampai parah seperti itu,” tambahnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Rochim menyatakan pihaknya belum berani memastikan korban sebagai korban jambret.

“Laporan awal yang masuk, adalah korban laka tunggal (kecelakaan tunggal). Kami harus memastikan dulu dan tidak bisa langsung menyimpulman seperti itu (korban jambret),” terang Rochim.

Rochim mengungkapkan, guna membuktikan hal tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

“Kami tidak bisa memastikan seperti itu dulu, jangan sampai karena adanya kabar seperti itu, ternyata korban kecelakaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Djaduk “Teater Gandrik” meninggal dunia, sutradarai “Para Pensiun” untuk Surabaya

“Ya dengan adanya kabar seperti ini, kami terpaksa akan melakukan olah TKP meski waktunya agak mundur,” pungkas Rochim.

Sementara keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan luka maupun otopsi dan meminta pihak rumah sakit langsung memandikan.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti motor Honda Beat W 4715 SJ dan tas milik korban.@rofik