Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Cegah siswa hobi rusuh, DPR dorong Pemerintah ajarkan kembali mata pelajaran PMP
HEADLINE

Cegah siswa hobi rusuh, DPR dorong Pemerintah ajarkan kembali mata pelajaran PMP 

LENSAINDONESIA.COM: Meski 1 Juni sudah lewat, namun peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni semestinya tidak sekadar peringatan seremonial semata. Apalagi, momen peringatan hanya sehari. Tapi harus dimanifestasikan dalam bentuk program yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mendorong pemerintah segera merealisasikan rencana masuknya kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

“Kami mendorong realisasi atas rencana masuknya kembali mata pelajaran PMP dalam kurikulum anak didik di tingkat sekolah di berbagai tingkatan,” ujar Reni di Jakarta, dalam keterangan pers yang diterima LensaIndonesia, Senin (3/6/2019).

Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP ini, keberadaan PMP dalam daftar mata pelajaran sekolah cukup relevan di tengah persoalan yang kerap muncul dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Sejumlah persoalan yang muncul di dalam dunia pendidikan kita seperti kekerasan antarsiswa dan perisakan terhadap guru harus disikapi dengan membuat terobosan nyata agar praktik tersebut tak muncul kembali,” tambah Reni. Praktis, peristiwa antar siswa saling rusuh kerap terjadi.

Dia menilai salah satu pemicu munculnya tindakan negatif di kalangan siswa di dunia pendidikan dipicu memudarnya implementasi nilai moral dan akhlak serta nilai Pancasila yang hanya sekadar dihafal dalam kegaiatan upacara rutin sekolah.

“Nilai moral dan Pancasila memudar dalam dunia pendidikan kita. Pendidikan kita masih berkutat dalam persoalan nilai mata pelajaran semata. Prestasi siswa hanya terukur dari sisi nilai mata pelajaran,” sebut Reni.

Reni mendorong pendidikan akhlak dan Pancasila harus diajarkan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan mata pelajaran PMP harus dikontekstualkan dengan kondisi anak didik era saat ini.

“PMP harus didesain mata pelajaran yang mengasyikan dan tidak menjenuhkan. Oleh karenanya PMP era saat ini harus berbeda dengan era sebelumnya, bukan indoktrinasi, namun melibatkan peran aktif siswa,” tambah Reni.

Baca Juga:  KH Masjkur, pejuang “Resolusi Jihad” pimpin Barisan Sabilillah saat perang 10 November 1945

Reni berharap mata pelajaran PMP dapat direalisasikan untuk diajarkan di semua jenjang pendidikan dimulai dalam tahun ajaran baru 2019/2020 pada Juli mendatang. “Harapannya realisasi mata pelajaran PMP dapat dimulai di tahun ajaran baru 2019/2020 Juli mendatang,” harap Reni. @