Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sepasang dukun palsu yang mengaku bisa menyembuhkan korban santet atau guna-guna gentayangan di Surabaya. Mereka sukses mengerjai Ernita (31) dan suaminya, Yudha yang kos di Jl Tempel Sukorejo. Uang dan harta benda korban sukses diembat dan para pelaku kini tak diketahui keberadaannya.

Informasinya, kasus bermula saat Ernita berkenalan dengan sang dukun yang mengaku bisa mengobati berbagai penyakit dengan cara dipijat dan diberi doa-doa. Perkenalan berlanjut dengan korban yang meminta tolong agar suaminya bisa sembuh.

Kedua pihak lantas janjian bertemu padaa Sabtu (8/6/2019) sekitar pukul 22.00 WIB di tempat kos korban. Sebelum melancarkan aksinya, layaknya paranormal kelas kakap, sang dukun mengajak korban untuk berkonsultasi terkait penyakit yang diderita. “Mereka mengatakan jika suami saya terkena guna-guna yang dikirimkan seseorang,” ungkap Ernita usai melapor di Mapolsek Tegalsari.

Percaya begitu saja dengan perkataan pasangan dukun palsu itu, korban cuma bisa menurut saat diminta uang Rp 1 juta untuk membeli paku emas sebagai syarat ritual dan berdoa sambil menghadap tembok.

Saat para korban sedang berdoa dipimpin pasangannya, dukun perempuan mulai mengacak-acak setiap sudut ruangan kos untuk mencari barang berharga milik korban. “Saat itu saya sempat curiga dan hendak menoleh ke belakang, namun ditegur dan disuruh fokus berdoa agar cepat suami cepat sembuh,” sambung Ernita.

Setelah berdoa menghadap tembok usai, pasangan dukun palsu itu kemudian pamitan. Seperti terkena gendam, Ernita dan suaminya hanya bisa menganggukkan kepala. Tapi beberapa saat kemudian mereka baru sadar. “Setelah saya mengecek meja rias, ternyata perhiasan yang saya simpan di dalam kotak sudah raib. Nomor ponsel mereka juga tak aktif. Total kerugian saya uang Rp 1 juta dan perhiasan seharga Rp 2,2 juta,” pungkasnya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin mendampingi Kapolsek Kompol Rendy Surya, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban. “Kami akan mendalami keterangan saksi dan korban untuk bisa secepatnya melacak keberadaan pelaku,” ujarnya. @rofik