Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kemenhan tak beri bantuan hukum untuk Kivlan Zen, ini alasanya
Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen saat akan dibawa ke Rutan Militer Guntur, Jakarta Selatan, Kamis (30/05/2019). FOTO: antara/Retno Esnir
Birokrasi

Kemenhan tak beri bantuan hukum untuk Kivlan Zen, ini alasanya 

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak memiliki kewajiban memberi bantuan hukum kepada Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus makar serta kepemilikan senjata api ilegal.

Tidak diberikannya bantuan hukum tersebut karena status Kivlan sebagai purnawirawan biasa bukan veteran perang.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Kemenhan memiliki kewenangan memberikan bantuan hukum kepada purnawirawan. Namun dengan catatan, pihak yang akan diberi bantuan hukum tercatat sebagai purnawirawan veteran perang.

“Jadi kalau veteran di bawah Kementerian Pertahanan, kalau veteran purnawirawan iya dibawah saya. Tapi kalau purnawirawan bukan veteran bukan kewenangan kita,” jelas Ryamizard di kantor Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/06/2019).

Pernyataan ini disampaikan Ryamizard dalam menanggapi kabar bahwasanya kuasa hukum Kivlan Zen mengirim surat pengajuan bantuan hukum kepada Kemenhan.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini juga mengaku, pihaknya belum menerima surat dari kuasa hukum Kivlan tersebut.

“Saya saya baru dikasih tau (sama wartawan). Mudah-mudahan itu surat yang isinya menyenangkan,” katanya.

Ryamizard berharap surat yang dikirimkan oleh Kivlan Zen beritikad baik. Ia akan berkonsultasi dengan jajaran Biro Hukum Kemenhan. Dia ingin menelaah dengan pasti tujuan surat tersebut. Meski Kivlan berstatus tersangka, Menhan tetap beritikad baik dengan menerima suratnya.

“Saya akan panggil karo hukum saya, ini gimana, kalau bagus, iya kalau enggak ya tidak. Untuk apa ada dia kalau enggak beri saran ke saya,” turur Ryamizard.@LI-13

CAPTION: Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen saat akan dibawa ke Rutan Militer Guntur, Jakarta Selatan, Kamis (30/05/2019). FOTO: antara/Retno Esnir

Baca Juga:  Tegaskan masih ketua KPK, Agus Rahardjo janji selesaikan masa bakti hingga Desember 2019