Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pelindo III dongkrak perekonomian Bali melalui optimalisasi layanan Pelabuhan Benoa
DCIM100MEDIADJI_0035.JPG
Bisnis

Pelindo III dongkrak perekonomian Bali melalui optimalisasi layanan Pelabuhan Benoa 

LENSAINDONESIA.COM: Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola Pelindo III aktif meningkatkan kapasitas pelabuhan untuk pelayanan kapal seiring lonjakan kunjungan kapal. Diantaranya rampungnya pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter low water spring/rata-rata muka air laut (LWS) menjadi minus 12 Meter LWS.

Langkah ini memungkinkan kapal pesiar dengan Length of All (LOA) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter bisa bersandar di dermaga sebab sebelumnya hanya berlabuh diluar Alur Pelabuhan.

CEO Regional Bali Nusra Pelindo III, Wayan Eka Saputra mengatakan, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pelindo III berkewajiban untuk ikut membangun negara ini. Diantaranya menggelar serangkaian pengembangan yang dilakukan Pelindo III di seluruh wilayah kerja di tujuh provinsi di Indonesia, antara lain Pelabuhan Benoa yang menjadi kebanggaan Indonesia.

“Kami berharap, apa yang sudah kami lakukan di Pelabuhan Benoa mampu memberikan inspirasi bagi institusi terkait dan masyarakat Bali agar turut mendukung pengembangan dan pembangunan Pulau Bali”, tandas Wayan dalam keterangan pers yang diterima Lensaindonesia.com, Kamis (13/06/2019).

Terkait jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar, di tahun 2018 tercatat 54.802 wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Hingga Mei 2019, tercatat jumlah kapal pesiar sebanyak 26 unit dengan penumpang sebanyak 24.418 wisatawan mancanegara mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa.

“Target kapal pesiar di tahun 2019 ini sendiri sebanyak 75 unit kapal pesiar,” ungkap Wayan.

Selain itu, turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang berradius putar lebih panjang bisa manuver dengan aman dari 300 meter kini menjadi 420 meter. Berikut lebar di kolam timur dari awal 150 meter kini menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter.

Baca Juga:  Di ISEF 2019, BI bakal luncurkan Wakaf Tunai dan Zakat Digital

Kapasitas gedung terminal penumpang mampu tampung 3.500 orang

Sementara itu, Pelindo III juga meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang sebelumnya berkapasitas 900 orang bakal diperbesar hingga menampung 3.500 orang pada bangunan seluas 5.600 meter persegi. Pembangunan tersebut akan rampung semester dua tahun 2019, Hingga awal Juni progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 79,12%.

Di kesempatan lain, Wilis Aji, VP Corcom Pelindo III menyampaikan, Pelindo III juga tengah mengembangkan penataan ulang zona perikanan disisi barat pelabuhan dan zona BBM – Gas dengan Curah di sisi timur.

“Adanya penataan tersebut, kami berharap dukungan semua pihak internal maupun eksternal, khususnya masyarakat Bali sebab kami harus mampu menyandingkan antara industri sektor wisata dan industri perikanan, curah, dan Gas, dimana kesemuanya untuk mendongkrak ekonomi Bali dan masyarakat pulau dewata,” imbuh Willis.

Dengan perluasan zona perikanan di Pelabuhan Benoa, lanjut Willis, diharapkan mampu menjadi simpul bagi sentral produksi dan industri perikanan di Bali.

“Kami optimis, kedepannya, adanya pengembangan pelabuhan Benoa akan berdampak positif untuk dirasakan secara langsung adalah lapangan pekerjaan akan bertambah, secara tak langsung menyumbang pendapatan negara melalui ekspor dan impor, yang akhirnya membawa dampak luar biasa bagi perekonomian otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,”pungkas Wilis.@Rel-Licom

Foto: Kunjungan kapal pesiar di Palabuhan Benoa-Bali.@istimewa.