Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Perbaikan bukti-bukti Prabowo-Sandi ke MK dinilai tidak sah
Tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin menyerahkan berkas jawaban dan bukti untuk menghadapi sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di MK, Kamis (13/06/2019). FOTO: detik
HEADLINE DEMOKRASI

Perbaikan bukti-bukti Prabowo-Sandi ke MK dinilai tidak sah 

LENSAINDONESIA.COM: Tim kuasa hukum dan advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin menilai, perbaikan bukti-bukti yang diserahkan tim hukum pasangan capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi tidak sah.

Karena itu, tim kuasa hukum TKN Jokowi tidak menanggapi bukti-bukti yang penyerahannya melewati tanggal 24 Mei 2019 tersebut.

Ketua Kuasa Hukum dan Advokasi TKN Jokow-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, pihaknya hanya menanggapi bukti-bukti yang diajukan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 24 Mei 2019 yang telah teregistrasi MK.

Bukti-bukti yang diserahkan ke MK di atas tanggal 24 Mei 2019 itu dinilai bertentangan dengan Peraturan MK (PMK) Nomor 4 tahun 2018 yang tak mengatur masa perbaikan untuk Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres. Hanya tahapan untuk Pileg saja yang diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan permohonan.

“Kami dengan keras akan menolak adanya perubahan itu sesuai dengan ketentuan-ketentuan UU dan hukum acara MK bahwa dalam hal sengketa pilpres ini permohonan itu tidak boleh dilakukan perubahan sama sekali,” tegas Yusril di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/06/2019).

Sebelumnya, Tim kuasa hukum dan advokasi TKN Joko Widodo dan Ma’ruf Amin menyerahkan 19 alat bukti ke MK.

Alat bukti tersebut untuk menghadapi gugatan pasangan capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

“Hanya ada 19 bukti,” kata Ketua Kuasa Hukum dan Advokasi TKN, Yusril Ihza Mahendra di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.

Alat bukti tersebut terdiri dari bukti surat, Compact Disc (CD) yang berisi rekaman, dan sejumlah berkas-berkas pendukung.

Baca Juga:  Ada yang deg-degan, Warga Binaan Rutan Rangkasbitung jalani deteksi dini HIV AIDS

Alat bukti dan argumen hukum yang telah diserahkan itu merupakan jawaban atas berkas permohonan awal tim hukum capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 24 Mei 2019 yang telah teregistrasi.

Diketahui, MK akan menggelar sidang pendahuluan sengketa PHPU Pilpres pada Jumat, 14 Juni 2019.

Agenda sidang perdana besok, MK akan memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan. Agenda ini dikenal dengan sidang pendahuluan.@LI-13/mc

CAPTION: 
Tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin menyerahkan berkas jawaban dan bukti untuk menghadapi sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di MK, Kamis (13/06/2019). FOTO: detik