Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini bantahan anggota komisi V terkait turunnya ekspor Indonesia akibat perang dagang AS-China
EKONOMI & BISNIS

Ini bantahan anggota komisi V terkait turunnya ekspor Indonesia akibat perang dagang AS-China 

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo membantah menteri Sri Mulyani dan Darmin Nasution terkait ekspor Indonesia sekaligus pertumbuhan ekonomi menurun akibat perang dagang AS-China.

“Menteri Keuangan mengatakan ekonomi turun gara-gara perang dagang, kami tidak sependapat dengan hal ini,” ucap Bambang dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Sabtu (15/06/2019).

Ia menambahkan, dari perang dagang AS-China tersebut ada banyak industri manufaktur di China yang terdampak adanya pajak impor yang diberlakukan Amerika sebesar 30 persen. Hal ini membuat pabrik atau industri manufaktur pindah ke negara Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja hingga Malaysia) yang sudah mengambil kesempatan karena negara Asia Tenggara tidak masuk dalam ritual yang dilakukan oleh Amerika, termasuk Indonesia.

“Tapi kenapa Indonesia tidak memanfaatkan peluang tersebut? Harusnya Indonesia mampu. Harusnya pemerintah bisa memanfaatkan ini, menurut data dari www.bbc.co.id, Vietnam saja di I-2019 industrinya meningkat 86% dimana lima puluh persennya bersumber dari China akibat imbas dari perang dagang (trade war),” paparnya.

Sebenarnya perang dagang tersebut mengorbankan China, namun justru memberi peluang terhadap negara ASEAN termasuk Indonesia. Vietnam saat ini hanya mempunyai 14 juta tenaga kerja, sedangkan Indonesia memiliki 200 juta tenaga kerja serta bahan baku yang cukup banyak. Untuk itu, peluang Indonesia lebih besar dibanding Vietnam.

Jika dikatakan perang dagang AS-China penyebab ekspor Indonesia menurun, lanjutnya, sebenarnya tidak benar karena ekspor Indonesia ke Amerika mengalami kenaikan.

“Saya sampaikan, tahun 2014 nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar 16 milyar USD dan di tahun 2018 mencapai 18,4 milyar USD. Sedangkan ekspor Indonesia ke China 2012 sebesar 18,4 miliar USD. Di 2018 mencapai 27,13 miliar USD” terang Bambang.@Rel-Licom

Baca Juga:  Habiskan Rp 3 milyar, Pelindo III bangun Taman Barunawati

Foto: Anggota komisi V DPR RI membantah nilai ekspor Indonesia merosot akibat perang dagang AS dan China, ilustrasi-ist